Kodam Cenderawasih Klaim Situasi Papua Aman dan Kondusif

Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Tatang Sulaiman
JAYAPURA — Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih mengklaim jelang perayaan Hari Ulang tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia (RI), situasi keamanan hingga saat ini aman dan kondusif.
Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Tatang Sulaiman kepada sejumlah jurnalis mengatakan, hingga kini situasi kondusif dari kota hingga di perbatasan RI-PNG. Menurutnya masyarakat tak perlu khawatir soal keamanan.
Antisipasi dari pihak TNI AD sampai saat ini selain fokus laksanakan persiapan HUT RI ke-70, satuan-satuan tetap melaksanakan siaga. “Pasukan itu memang tugasnya siaga setiap saat, tetap lindungi kehidupan masyarakat dan menjaga agar aktifitas masyarakat tidak terganggu,” kata Sulaiman, Kamis (13/08/2015).
Menurutnya, antusias masyarakat Papua patut diapresiasikan. Bahkan, lanjutnya, ada beberapa elemen masyarakat yang sedang dan telah melaksanakan kegiatan menjelang HUT RI ke-70 mendatang.
“Seperti lari 10 kilometer, dan juga nanti akan ada pawai kebangsaan dengan kendaraan hias bernuansa merah putih dari kelompok pemuda KNPI,” ujarnya.
Namun, dari data yang didapat Cendana News, telah terjadi pembakaran Bendera Merah Putih berukuran 55 x 35 sentimeter, tepatnya di depan rumah salah satu warga di jalan Seroja, Distrik Mimika Baru.
Terkait hal ini, Asisten Intelijen Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Syafi’i membenarkan adanya pembakaran tersebut, namun masih dalam penyelidikan.
“Sebenarnya masyarakat laporkan ke Polsek Meru, bahwa telah terjadi pembakaran, tapi pelaku belum diketahui dan dari Polsek disana sampai saat ini masih belum mengetahui motif dari pembakaran dan tujuannya, karena sekarang masih dalam penyelidikan,” kata Syafi’i.
Juru Bicara Polda papua, Kombes Pol Patrige Renwarin juga membenarkan pembakaran bendera tersebut. Dikatakan Patrige, bendera Merah Putih tersebut telah dipasang  pada hari Senin (10/08/2015) lalu. Namun, semalam Kamis (13/08/2015) sekitar pukul 01.00 waktu Papua, pemilik rumah atas nama Marthen Sulle lupa menurunkan bendera tersebut.
“Saat pemilik rumah bangun sekitar pukul 05.00 pagi, dan keluar rumah melihat bendera yang semalam lupa diturunkan, sudah tidak ada. Dan pemilik melihat ada bekas bendera yang sudah dibakar. Sampai saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” kata Patrige.
JUMAT, 14 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...