Komisi IV DPR RI Pertanyakan Potensi Kerugian Negara di Bidang Pertanian

Rapat Kerja antara Komisi IV DPR RI dengan Kementrian Pertanian

NASIONAL—Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja (Raker) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) pada hari Kamis (27/8/2015), bertempat di ruang rapat KK IV Kompleks Parlemen. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Herman Kaeron ini dimulai pada pukul 11.00 WIB. Rapat kerja  ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi IV DPR RI dibidang pertanian.
Dalam Raker ini, Komisi IV mendengarkan penjelasan Menteri Pertanian perihal laporan keuangan 2014. Selain itu,  ada beberapa permasalahan yang menjadi perhatian khusus bagi komisi IV berkaitan dengan dampak kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah kelangkaan dan mahalnya daging sapi yang kemudian disusul dengan kenaikan harga daging ayam.
“Kami juga ingin mendapatkan penjelasan berkaitan dengan laporan keuangan pemerintah pusat, serta tindak lanjut berdasarkan pemeriksaan BPK semester 2 antara lain: Pertama, Adanya dana bantuan yang tidak digunakan, dan mengendap di kelompok tani produk sebesar Rp 4,3 Millar, Kedua, ketidakcermatan dan ketidaktertiban dalam pertanggung jawaban dan pelaporan kekuangan kakao yang mengakibatkan potensi jadinya kerugian negara dengan adanya selisih data realisasi penyaluran dana benih kakao sebanyak 548.541 batang senilai Rp 3,8 Milliar. Ketiga, adanya pemborosan terhadap penetapan Harga Perkiraan Sendiri di dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 66 yang mengakibatkan pemborosan keuangan negara sebesar Rp 12,7 Milliar. Keempat, penyaluran benih kakao senilai Rp 49 miliar tanpa disertifikasi atau sertifikat telah kadaluarsa,“ jelas Herman Kaeron.
Melalui Raker ini, Komisi IV juga ingin mendapatkan solusi yang akan diambil atas dampak dari kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan disebagian besar wilayah Indonesia, yang hingga saat ini sudah mencapai 300 ribu hektar, dimana 40 ribu diantaranya mengalami puso (gagal panen).
“Kami juga ingin mendapatkan penjelasan  Pak Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian dalam menangani masalah kelangkaan dan mahalnya harga daging sapi yang kemudian disusul dengan kenaikan harga daging ayam,” ujarnya.
Herman menambahkan bahwa kemarau panjang yang mengakibatkan petani gagal panen dan paceklik, jika petani menunggu masa tanam yang baru akan dimulai pada bulan November mendatang, maka apa ide dari Kementrian terkait apa yang akan dilakukan para petani pada masa jeda tersebut. Agustus ke November masih lama, dengan gagal panen, petani tidak produksi dan tidak punya daya beli. 
“Kami juga ingin mempertanyakan ide Pak Amran Sulaiman tentang program padat karya, apakah ide tersebut sudah dijalankan ataukah sekedar wacana,” lanjutnya. 
Komisi IV DPR RI mengingatkan pemerintah bahwa dalam waktu dekat umat Islam akan memperingati Hari Raya Idhul Adha dan seluruh masyarakat Indonesia akan menyambut pergantian tahun. Dua momen penting ini akan meningkatkan konsumsi pangan. Para anggota dewan berharap pemerintah mampu mengantisipasi lonjakan harga agar kebutuhan pangan tetap terjangkau oleh masyarakat. 
“Hal ini perlu kami ingatkan karena terkait penyediaan kebutuhan pangan yang terjangkau oleh rakyat adalah tanggung jawab pemerintah. Tersedianya kebutuhan pangan yang terjangkau juga merupakan hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam Amanat UU 18 Tahun 2012 tentang pangan,’ pungkasnya.

KAMIS, 27 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa
Foto : Adista Pattisahusiwa
Editor : Gani Khair
Lihat juga...