Komisi V DPR RI Minta Pemda Selesaikan Pembebasan Lahan Tol Balikpapan

BALIKPAPAN — Komisi V DPR RI minta Pemerintah Daerah di Kalimantan Timur segera menyelesaikan pembebasan lahan terkait pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda. Ditargetkan pembangunan jalan tol untuk segmen I dapat selesai pada 2018. 
“Pembebasan lahan menjadi kendala pembangunan jalan tol ini. Targetnya 2018,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lazarus saat meninjau jalan Tol di Kilometer 13 Balikpapan Lazarus, Selasa (04/08/2015).
Lazarus menjelaskan, kendala yang ditemui dalam pembangunan jalan tol ini yakni pembebasan lahan yang belum mencapai kesepakatan dengan pemilik. Untuk itu, Pemda harus berhati-hati dalam memutuskan harga agar nantinya tidak muncul persoalan. 
Selain itu, pihaknya juga meminta agar Pemda setempat mengkoordinir kembali wilayah dan luas lahan yang masih terkendala pembebasannya untuk memetakan kendala pembangunan ruas jalan dari semua segmen. 
Untuk pembangunan segmen I, pemerintah telah mengucurkan dana dari APBN senilai Rp1,1 triliun. Adapun keseluruan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol ini adalah sekitar Rp9 triliun. 
“Tahun ini pusat ada kucurkan dana untuk pembangunan jalan tol ini. Dan pembangunan dilakukan secara multiyears,” sambung Lazarus
Pembangunan jalan tol ini terbagi dalam lima segmen, segmen I sepanjang 25,07 Km dan segmen V 11,5 Km dibangun oleh pemerintah dengan pendanaan dari APBN, APBD.
Sedangkan untuk segmen II sepanjang 23,3 Km (Samboja-Palaran), segmen III sepanjang 21,9 Km (Samboja-Palaran II), dan segmen IV sepanjang 17,9 Km (Palaran-Jembatan Mahkota II) ditawarkan kepada investor. 
Rombongan DPR Komisi V mengadakan peninjauan proses pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda hari ini, tepatnya di ruas jalan tol yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Km 13, Balikpapan, dan meninjau pelabuhan peti kemas Kariangau-Balikpapan.
SELASA, 04 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...