Korban Pelebaran Jalan Trans Flores Tuntut Pembaruan Sertifikat Tanah

FLORES — Proyek pelebaran ruas Jalan Trans Flores di wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, telah membuat sejumlah lahan warga yang telah disertifikat terpaksa harus menjadi korban. Reaksi pun bermunculan dari masing-masing warga pemilik lahan tersebut. Seperti yang terjadi di Desa Compang Namut, Kecamatan Ruteng, warga menuntut pembaruan sertifikat tanah.
“Mengenai pelebaran jalan ini, warga di sini minta supaya sertifikat tanah mereka diperbarui kembali. Pertimbangan mereka begini. Sebagian tanah mereka ‘kan sudah diambil untuk pelebaran jalan. Sementara tanah tersebut sudah ada sertifikatnya. Jelas sertifikatnya mesti diganti atau diperbarui lagi ‘kan kalau sebagiannya sudah diambil untuk pelebaran jalan,” ungkap Paulus Kantor, warga Desa Compang Namut, Selasa (11/08/2015).
Pernyataan mantan Kepala Desa Compang Namut ini dibenarkan pula oleh Nis. Nis menyebutkan, dirinya berharap ada pembaruan sertifikat atas tanah miliknya yang sudah dipakai sebagiannya untuk pelebaran jalan. 
“Saya berharap, perubahan sertifikat itu ada seperti yang telah dijanjikan. Karena itu sempat ada sosialisasi dan kita usulkan waktu itu untuk sertifikat diganti,” tutur Nis di kediamannya, Selasa (11/08/2015).
Pembaruan sertifikat, kata Nis, sangat penting supaya ada kesesuaian antara data administrasi pertanahan dan keadaan riil lahan. Dirinya khwatir, hal ini bisa menimbulkan masalah yang tidak diinginkan pada kemudian hari. 
“Bagaimana kalau misalnya tanah saya dijual dan ternyata tidak ada kesesuaian antara ukuran di sertifikat dengan di lapangan. Di sini ‘kan bisa timbul masalah,” ungkapnya.
Pantauan Cendana News, proyek pelebaran Jalan Trans Flores telah mengakibatkan sejumlah warga harus merelakan sebagian lahannya di depan rumah. Bahkan di sejumlah titik tertentu ada sejumlah rumah yang sebagiannya tampak turut terbongkar. Hal serupa juga menimpa pagar-pagar dan tembok penahan serta jembatan masuk ke rumah-rumah warga.
SELASA, 11 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...