Korban Pesawat Jatuh di Oksibil Dapat Santunan Rp 1 Miliar Lebih

Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Trigana Air saat berada di Rumah Tongkonan Kotaraja, posko rumah duka sementara

JAYAPURA — Korban kecelakaan pesawat Trigana Air Service jenis ATR 42 PK-YRN nomor penerbangan IL-267 yang jatuh di Pegunungan Bintang, mendapat santunan senilai Rp 1 miliar 350 juta.
“Sesuai dengan Permenhub no 77, konpensasinya sebesar Rp 1 miliar 250 juta per orang ditambah dengan asuransi dari Jasa Raharja Rp 100 Juta, jadi totalnya per korban Rp 1 miliar 350 juta,” kata Direktur Operasi Trigana Air Service, Beny Sumaryanto di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Kamis (20/08/2015) siang.
Asuransi tersebut berlaku untuk semua orang yang berada di dalam pesawat  termasuk anak-anak dan bayi yang menjadi korban, dimana santunannya diberikan langsung kepada yang berhak memilikinya, yakni keluarga korban. “Santunan tersebut diberikan kepada ahli warisnya,” ujarnya.
Dikatakannya, waktu yang dibutuhkan untuk berikan santunan tersebut kurang lebih 3-4 minggu. Dimana, tim asuransi pihaknya baru datang dari Inggris. “Kami minta waktu 3-4 minggu, karena butuh identifikasi contohnya surat akte lahir, KTP, Kartu Keluarga untuk data agar tidak salah dalam memberikan santunan tersebut,” katanya.
Sekedar diketahui, Permenhub No 77 Tahun 2011 tentang Asuransi Delay Pesawat, Bagasi Hilang dan Kecelakaan pada BAB II tentang jenis tanggung jawab pengangkut dan besaran kerugian.
Sedangkan di pasal 2 huruf a tertulis, penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara, akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000 per penumpang.
KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...