KPID Gandeng KNPI Maluku Gelar Literasi Media

AMBON — Dalam rangka mendorong partisipasi publik untuk lebih kritis dan cerdas memilih siaran televisi yang sehat dan bermanfaat, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Literasi Media kepada pemuda dan mahasiswa di Ambon, Kamis (27/8/2015).

Pada kesempatan itu, kedua lembaga ini juga menandatangani Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) kerjasama antar lembaga yang nantinya mengatur tentang peran pemuda dalam mewujudkan penyiaran yang sehat dan bermartabat.

Ketua KPID Maluku, M. Azis Tunny mengatakan, pihaknya menggandeng KNPI sebab dibawah wadah berhimpun para pemuda ini terdapat banyak organisasi kepemudaan yang sangat berpotensi untuk membantu mensosialisasikan budaya menonton televisi yang sehat kepada masyarakat luas.

“KNPI adalah wadah berhimpun para pemuda, aktivis dan cendekiawan muda, bahkan bila tidak berlebihan saya sebutkan KNPI ini adalah labotarium kader yang mencetak dan menghasilkan para pemimpin daerah dan bangsa ini di masa mendatang. Karena alasan itulah, saya memandang kerjasama ini menjadi strategis untuk dilaksanakan,” katanya.

Isi siaran saat ini terutama beberapa program acara seperti sinetron, variety show dan infotaiment, sudah sangat meresahkan masyarakat luas. Bila tidak segera diantisipasi dengan sikap kritis media terhadap tayangan yang sehat, maka dampaknya akan sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak-anak, dan pada akhirnya generasi penerus bangsa ini akan dipenuhi dengan orang-orang yang selalu mengedepankan kekerasan, individualistik, materialistis, hedonis, suka mengumbar sensualitas, dan masih banyak lagi efek negatif yang bisa disebabkan karena mereka setiap saat disuguhi dengan konten siaran yang tidak sehat.

“Tujuan dari kegiatan literasi media ini ingin menimbulkan sikap kritis dan membuat kita semakin cerdas memilih mana tayangan yang berkualitas dan bermanfaat buat kita, termasuk buat orang-orang di sekitar kita seperti keluarga, sahabat, teman seorganisasi dan sebagainya,” ujarnya.

Dirinya berharap, lanjutan dari kegiatan ini akan terbentuk komunitas cerdas media atau forum masyarakat peduli penyiaran sehat di Maluku. Nantinya forum ini yang akan menjadi motor penggerak literasi media di tengah masyarakat maupun di internal organisasi kepemudaan yang ada.

“Secara kelembagaan, kami akan sangat mendukung apabila di internal organisasi pemuda juga menjadikan Literasi Media sebagai program kerjanya, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD KNPI Maluku, Bisri Ass Shiddiq Lauconsina mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama kelembagaan ini dan memberikan dukungan kepada KPID Maluku yang telah menjadikan pemuda sebagai salah satu mitra strategisnya.

“Pemuda sebagai agen perubahan dapat memainkan peran untuk ikut serta mewujudkan penyiaran nasional yang sehat dan bermartabat,” katanya.

Media penyiaran khususnya televisi dewasa ini seringkali menggambarkan realitas semu dengan hanya menggunakan ukuran-ukuran ekonomis dan metrialistis semata, dan apa yang digambarkan tidak menunjukkan realitas sebenarnya.

“Muatan acara seperti di beberapa program acara televisi sama sekali tidak mendidik masyarakat, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Karena itu saya berharap setelah penandatanganan MOU antara KPID dengan KNPI ini, akan kita tindaklanjuti dengan program-program yang lebih konkrit lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Maluku M. Z. Sangadji, yang mewakili Gubernur Maluku saat itu, mengatakan, saat ini siaran televisi sudah banyak yang meresahkan dan tidak mengedepankan nilai pendidikan dan moral.

“Saya mengapresiasi kerjasama antara KPID dan KNPI Maluku dalam melakukan literasi media, sekaligus penandatanganan MOU untuk menindaklanjuti kerjasama yang ada. Hal ini penting karena membangun kesadaran dan partisipasi publik untuk cerdas memilih program acara televisi yang mengedepankan nilai edukasi dan moral merupakan tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

KAMIS, 27 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...