KPPOD: Pengendapan Dana di Bank karena Kepala Daerah Memiliki Tujuan Bisnis

NASIONAL — Riset Asistensi dan advokasi kebijakan Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng mengatakan, begitu besarnya anggaran yang mengendap di bank daerah, dikarenakan beberapa Kepala Daerah memiliki tujuan bisnis untuk mendapatkan bunga.
“Ya, anggaran itu disimpan untuk mendapatkan bunga, jadi seperti dana nganggur atau dana tidur,” ujar Robert Endi dalam diskusi ‘Penyerapan anggaran rendah, siapa salah?’ Di Jakarta, Sabtu (29/08/2015).
Padahal, kata dia, itu bisa dipakai untuk kredit kepada usaha menengah dan kecil rakyat lainnya.
Menurutnya, anggaran yang terendap senilai Rp 273 triliun dapat menggerakkan roda ekonomi di daerah-daerah dengan menggunakan dana yang efektif untuk pelayanan rakyat.
“Kalau kita berbicara penyerapan anggaran, yang jelas kita juga mestinya bicarakan tentang pembelanjaan yang efektif dan efisien yang berguna secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
SABTU, 29 Agustus 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...