KPU Kota Mataram Tolak Pendaftaran Calon Independen

MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram menolak berkas pendaftaran calon perseorangan (Independen) pasangan Sastradinata dan Junaedi yang mendaftarkan diri pada hari terahir pendaftaran di KPU Kota Mataram. Selain tidak memenuhi persyaratan administratif berupa penyerahan bukti dukungan, batas akhir penyerahan berkas dukungan untuk calon perseorangan juga sudah ditutup pada 11 hingga 15 Juni lalu.
“Mengacu pada peraturan KPU, bahwa batas pendaftaran calon persorang telah berakhir pada tanggal 11 sampai 15 Juni lalu dan perpanjangan waktu pendaftaran sekarang hanya diberikan kepada partai politik lain untuk mengajukan calon, artinya tidak berlaku bagi calon perseorangan sehinggal calon perseorangan yang mendaftarkan diri pada hari ini kami tolak,” kata Ketua KPU Kota Mataram, Zainul Asikin, Selasa (11/8/2015).
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Nasional Independen (FNI), Lalu Ranggalawe memprotes KPU yang melakukan perpanjangan masa pendaftaran namun tidak membuka pendaftaran untuk calon perseorangan. Oleh karena itu, pihaknya mengusung calon perseorangan.
“Kami memprotes keras perpanjangan waktu tapi tanpa membuka untuk calon independen, semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum, termasuk untuk mendaftar di Pilkada Kota Mataram. Oleh karena itu, kami meminta KPUD menerima pendaftaran calon perseorangan, Sastradinata dan Junaedi,” katanya.
Dirinya pun mengaku pendaftaran yang dilakukan pasangan Sastradinata dan Junaedi karena melihat pilkada Kota Mataram yang mengalami kebuntuan disebabkan hanya ada satu pasangan tunggal.
Saat ditanyai seputar alasan mendaftar saat ini dan tidak mendaftar ketika masa pendaftaran perseorangan, Ranggalawe mengatakan saat pembukaan pendaftaran calon perseorangan sudah ditutup.
Berdasarkan pantauan Cendana News belasan pendukung calon perseorangan Sastradinata dan Junaedi ikut mengantarkan pasangan itu mendaftar. Kondisi sempat menegang tatkala pihak FNI tidak menerima langkah KPUD yang akan memberikan pernyataan terbuka terkait pendaftaran, namun KPU tetap membacakan surat yang berisi pernyataan penolakan atas pendaftaran pasangan perseorangan tersebut.
Diketahui, pasangan Sastradinata dan Junaedi hanya membawa berkas pernyataan yang diserahkan ke KPUD sebagai syarat pendaftaran. Sementara, pihak FNI mengaku akan memberikan berkas dukungan pada sore nanti. Pasangan ini mendaftar sekitar pukul 11.30 Wita.
SELASA, 11 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...