Kurang Optimalnya Fungsi Halte di Surabaya Sering Sebabkan Kemacetan

SURABAYA — Meski fasilitas pendukung dibuat sedemikian rupa, namun kesadaran pengguna jasa transportasi tidak bisa memamfaatkan secara maksimal. Padahal fasilitas tersebut digunakan untuk memberikan kenyamanan pada berbagai pihak.
Salah satu fasilitas di jalan raya yang dibutuhkan tapi seperti terlupakan yakni Halte atau tempat pemberhentian bus maupun angkutan kota (angkot). 
Di Surabaya, masyarakat masih yang memberhentikan bus atau angkot di sembarang tempat yang terkadang berdampak pada kemacetan dan mengganggu pengguna jalan raya lainnya. Seperti halnya di Jalan Raya Darmo, Halte Darmo selalu sepi dari warga. 
Suryono (35 tahun) pengguna sepeda motor mengatakan ia merasa terganggu dengan angkot maupun bus yang tiba-tiba berhenti di jalan.
“Kan bahaya kalau tiba-tiba berhenti, pengguna jalan lain yang berada di belakang angkot atau bus kan berbahaya,” sebutkan kepada Cendana News di daerah setempat, Kamis (13/08/2015).
Selain itu warga lainnya, Surati (49 tahun) yang sengaja memberhentikan angkot di pinggir jalan mengaku terpaksa melakukannya.
“Kalau ke halte dulu saya jauh jalannya, jadi saya langsung naik dari sini saja,” Tukasnya.
Selain menimbulkan kemacetan, bahaya lain yang mengintai akibat pemberhentian angkot sembarangan adalah kecelakaan yang tinggi. Kendaraan yang berada di belakang angkot maupun bus yang tiba-tiba berhenti terkadang kurang siap.
Perlu adanya kesadaran masyarakat dan sopir kendaraan umum mengenai pentingnya halte dan bagaimana penggunaannya sehingga fasilitas yang telah dibangun tidak sia-sia.
KAMIS, 13 Agustus 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...