Lapas Kalianda Bekali Warga Binaan dengan Keahlian Tukang

Ilustrasi
LAMPUNG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kalianda Lampung Selatan bekerjasama dengan pihak Balai Latihan Kerja (BLK) memberikan pelatihan tukang-menukang kepada narapidana sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Gunawan Sutrisnadi
“Warga binaan atau narapidana juga merupakan bagian dari masyarakat, kemarin sudah kita berikan penjelasan awal sekaligus membuka masa satu bulan pelaksanaan pelatihan pertukangan tersebut di Balai Latihan Kerja Kalianda,”ungkap Kepala Lapas Kalianda Gunawan Sutrisnadi saat dikonfirmasi Cendana News pada Rabu (12/8/2015).
Pembekalan bagi warga binaan tersebut ungkap Gunawan secara tekhnis dilakukan diwaktu yang telah ditentukan setiap harinya selama beberapa jam disela sela waktu masa tahanan para warga binaan tersebut. Alat alat serta sarana pertukangan telah disediakan oleh BLK sehingga pada tahap awal warga binaan akan mendapat pengenalan untuk peralatan, bahan bahan untuk pembuatan furniture serta peluang bisnis pertukangan di masyarakat.
“Kami harapkan pembekalan ini akan memberikan keahlian positif bagi warga binaan karena mereka pasti tetap ingin berubah menjadi baik dan saat kembali ke keluarganya bisa kembali memiliki pekerjaan,”terang Gunawan Sutrisnadi.
Tahap awal peserta pelatihan berdasarkan minat, terdapat sekitar 16 warga binaan yang akan dilatih untuk memahami dunia pertukangan termasuk keahlian untuk membuat produk produk pertukangan, furniture yang saat ini diminati masyarakat. 
Kerjasama pihak Lembaga Pemasyarakatan Kalianda dengan Balai Latihan Kerja Kalianda disambut baik oleh Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah BLK Kalianda, Suherman, menurutnya pelatihan pertukangan tersebut memiliki nilai positif untuk pihak yang hendak menekuninya terutama bagi para warga binaan.
“Ini tahap awal saya harapkan program ini akan berkelanjutan dan tidak hanya bidang pertukangan tapi juga bagi warga binaan lain mungkin program perbengkelen, bagi yang wanita usaha rumah tangga berupa kuliner serta salon kecantikan,”ungkap Suherman.
Kepedulian BLK terhadap peserta pelatihan pertukangan tersebut ditunjukkan juga dengan memberi jaminan asuransi bagi para peserta selama satu bulan mengikuti pelatihan. Asuransi tersebut ungkap Suherman akan diberikan selama tiga bulan mengingat dalam praktek banyak peralatan yang jika tak digunakan dengan hati hati bisa membahayakan.
“Kita tetap mempedulikan keselamatan para warga binaan sehingga kita juga ikutkan mereka dalam asuransi terbatas selama pelatihan,”ungkap Suherman.
Program pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan keahlian kepada peserta dalam pembuatan meja, kursi, lemari serta perabotan rumah tangga dan diberi sertifikat setelah pelatihan. Sertifikat atau bukti keahlian tersebut nantinya bisa digunakan peserta untuk melamar kerja aatu berwirausaha di masyarakat.
RABU, 12 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...