Lengkapi Berkas Dugaan Korupsi DKP Maluku, Tiga Saksi Diperiksa

AMBON – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis (13/8/2015), kembali memeriksa saksi terkait kasus tindak pidana korupsi anggaran proyek pembuatan kapal ikan 15 GT dan 30 GT yang didanai APBN tahun 2013 untuk Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku.
Informasi yang dihimpun Cendana News di kantor Kejati Maluku, Kamis (13/8/2015) menerangkan, tiga saksi diperiksa mulai pukul 11.00 WIT hingga pukul 16.00 WIT di ruang penyidik Bagian Pidsus lantai I Kantor Adhyaksa Maluku.
Tiga terperiksa itu masing-masing, pemilik Kapal Ikan Ina Mina No 722, Bambang Hermanto selaku Konsultan Pengawas dan Hariyadi Bin Hasan Idris selaku Ketua Kelompok Usaha Bersama Sole Mandiri.
Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia, menjawab pertanyaan wartawan di kantor Kejati Maluku membenarkan pemeriksaan tersebut.
Menurut Bobby, pemeriksaan kembali dilakukan untuk kepentingan melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga tersangka.
“Pemeriksaan saksi ini untuk lengkapi berkas tersangka Bastian Mainassy atau mantan Kadis DKP Maluku, PPTK Muthalib Latuconsina dan kontraktor Satum selaku Direktur Utama PT. Satum Manunggal Abadi,” kata Bobby.
Pemeriksaan lanjut ini karena masih ada kekurangan data terkait audit BPKP Maluku. Direncanakan dalam waktu dekat sudah tuntas sehingga diupayakan pelimpahan BAP para tersangka ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk proses persidangan.
Sebelumnya, atau Senin (03/08/2015) melakukan pemeriksaan terakhir terhadap lima tersangka. Menurut tim penyidik, pemeriksaan tersebut untuk merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) masing-masing tersangka.
Data Kejati Maluku kasus ini penyidik Kejati Maluku menyimpulkan proyek kapal ikan fiberglass tahun 2013 milik DKP Maluku itu berpotensi korupsi.
Hasil temuan lapangan dari pemeriksaan fisik enam kapal berbobot 30 GT dan 15 GT di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Buru, Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT dilakukan pada 2 Juli 2015.
Sejumlah saksi diantaranya para kelompok nelayan penerima bantuan kapal dengan melibatkan tenaga ahli dari Fakultas Teknik Perkapalan Universitas Pattimura Ambon.
Alokasi anggaran untuk pembuatan kapal bo­bot 30 GT sebesar Rp.7.443.730.000 dan 15 GT Rp.2.917.800.000.
Pekerjaan disubkan kepada PT. Faibrit Fiberglass oleh PT. Satum Manunggal Abadi dan PT. Sarana Usaha Bahari selaku pemenang tender.
Selanjutnya Direktur PT Satum Manunggal Abadi, Satum ditahan Senin (15/6). Satum adalah pemenang tender proyek pengadaan kapal penangkap ikan berukuran 30 GT senilai Rp 7.443.730.000.
Akibat korupsi dalam proyek ini negara mengalami kerugian sebesar Rp.1 miliar lebih.
KAMIS, 13 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...