Lihat Peluang Usaha, Mahasiswa ini Rancang Mesin Cuci Mobil Otomatis

LAMPUNG — Semakin banyaknya produksi mobil dalam skala nasional serta semakin banyaknya pemilik kendaraan roda empat memberi dampak positif bagi sektor usaha lain khususnya usaha pencucian kendaraan. Secara umum usaha pencucian mobil masih mengandalkan tenaga manual yang pengerjaannya masih dijalankan oleh tenaga manusia. Kondisi tersebut yang menginspirasi seorang mahasiswa di Lampung bernama Setyo Purnomo.
Semakin banyaknya pemilik mobil secara khusus di wilayah Lampung memiliki dampak positif bagi pemilik usaha cucian mobil. Berangkat dari situasi tersebut membuat Setyo Purnomo, berinisiatif untuk merancang desain prototipe mesin cucian mobil otomatis.
Berbeda dengan mesin cucian mobil otomatis yang ada di pasaran, karya Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Lampung ini menggunakan sistem berbasis mikrokontroler atmega328 yang memiliki harga terjangkau, dan mudah digunakan.
Keistimewaan alat ini, mesin ini juga dilengkapi kipas, sehingga mobil yang keluar sudah dalam keadaan kering. Penelitian ini dilakukan Setyo sebagai tugas akhirnya di jurusan teknik komputer IBI Darmajaya.
“Usaha cucian mobil, khususnya di wilayah Lampung masih banyak yang dilakukan secara manual, dengan menggunakan tenaga manusia, karena itu saya berinsiatif menciptakan desain prototype mesin cucian mobil otomatis yang kedepannya mungkin bisa menjadi prospek usaha yang menjanjikan,” ujar Setyo, melalui siaran pers yang diterima Cendana News, Rabu (26/8/2015)
Pria kelahiran 14 Juli 1993 ini merancang prototipe alat yang diciptakannya menggunakan sensor ultrasonik ping, dan modul Arduino sebagai basis pada alat yang dirangkaiannya.
Berdasarkan penjelasannya, sensor ultrasonik berfungsi sebagai pembaca jarak dari mobil yang akan masuk ke dalam mesin. Sementara Arduino Uno merupakan kit elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan penggerak alat pembersih (motor dc).
“Seeprti alat pada umumnya prototipe alat rancangan ini juga dilengkapi pompa untuk menyemprotkan air dan sabun serta kipas yang berfungsi untuk mengeringkan mobil,”tutur anak pertama dari dua bersaudara ini.
Ia berujar, mesin cucian mobil otomatis ini dirancang dengan memanfaatkan teknologi, sehingga lebih efiensi dalam membantu pekerjaan manusia. Selain tidak membutuhkan banyak tenaga manual, mesin ini juga bekerja dengan cepat serta dapat menghemat air, dan listrik. Ia berharap alat tersebut bisa digunakan oleh masyarakat terutama dalam hal usaha pencucian mobil.
“Sekarang kan musim kemarau dan penggunaan air harus dihemat namun disisi lain pemilik mobil tetap menginginkan mobilnya bersih, efesiensi penggunaan air bisa dimaksimalkan dengan alat rancangan saya ini,”ungkapnya.
Ia berharap rancangannya tersebut bisa segera direalisasikan sehingga rancangan tersebut bisa diaplikasikan oleh para pemilik usaha cucian mobil. 
Sementara itu, Rektor IBI Darmajaya Dr. Andi Desfiandi, SE., MA mengungkapkan penelitian menjadi satu bagian penting dalam dunia pendidikan, menjadi salah satu implementasi dalam menjalankan tri darma perguruan tinggi.
Tidak hanya dosen, ia mengharapkan Mahasiswa IBI Darmajaya juga dituntut untuk aktif dan kreatif melakukan penelitian. Melalui penelitian harapannya mahasiswa tergerak untuk memberikan sumbangsih dalam hal pemikiran, ide maupun karya yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Karenanya kami berharap penelitian-penelitian tersebut dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari, sehingga dampak atau manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,”ungkapnya.
Andi menambahkan, penelitian merupakan bukti penguasaan mahasiswa terhadap beragam kompetensi yang diberikan perguruan tinggi kepada mereka. Karenanya IBI Darmajaya senantiasa mendorong mahasiswa untuk kreatif dalam membuat karya ilmiah.
“Kami juga berharap adanya peran serta pemerintah, industri, dan masyarakat untuk bersama-sama dengan perguruan tinggi bergandeng tangan dalam peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian yang bisa digunakan bagi seluruh stake holder demi kemajuan bangsa,” tegasnya.

RABU, 26 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...