Lintas Batas Tradisional Perbatasan RI-PNG Ditutup Selama 3 Hari

Deretan Bendera Merah Putih di Batas RI-PNG
JAYAPURA — Masyarakat dari negara tetangga tidak diperbolehkan lintasi batas Negara RI-PNG, mengingat lintas batas bakal ditutup selama tiga hari, sejak Minggu (16/08/2015) hingga Selasa (18/08/2015). Penutupan yang diperuntukan kepada pelintas batas tradisonal tersebut, dalam rangka HUT RI ke-70 mendatang.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Yonif 323/Raider Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-PNG, Letkol Inf Slamet saat di kunjungi sejumlah jurnalis membenarkan penutupan warga pelintas batas tradisional tersebut di wilayah sektor utara perbatasan RI-PNG, Kota Jayapura dan Keerom.
“Tetapi tetap dibuka kepada warga PNG yang menggunakan Pasport, namun bagi yang tidak gunakan pasport, hanya gunakan kartu pass khusus berwarna merah tidak diperbolehkan,” kata Slamet disela-sela aktifitas pengamanan di perbatasan RI-PNG, Jumat (14/08/2015) sore.
Sekedar diketahui bahwa kartu pass khusus berwarna merah, diperuntukkan kepada warga PNG yang memiliki hubungan darah di kampung-kampung yang ada di wilayah Indonesia berdekatan dengan perbatasan RI-PNG seperti di Towe, Senggi, Kabupaten Keerom dan Skouw, Mosso, Kota Jayapura.
Pihaknya juga menggelar hiburan masyarakat untuk memeriahkan HUT RI ke-70 di wilayah perbatasan RI-PNG, seperti perlombaan panjat pinang dan lain sebagainya. Dimana, pihaknya mengundang warga PNG pelintas batas tradisional untuk menghadiri dan mengikuti perlombaan tersebut.
“Kami undang mereka bergabung bersama warga Indonesia di perbatasan untuk bersama-sama mengikuti berbagai perlombaan yang kami gelar, di batas,” ujarnya.
Sebanyak 300-an personil Satgas Pamtas Yonif 323 Raider yang menjaga keamanan wilayah perbatasan RI-PNG tersebut terbagi sebanyak 14 titik pos Pamtas mulai dari ujung karang Yeti, Kabupaten Keerom dan Skouw, Kota Jayapura.
“Ada juga batalyon 400 dan batalyon 133 itu di sektor utara dan sektor selatan juga ada 3 batalyon. Jelang HUT RI nanti, seperti biasa pamtas tidak ada penambahan pasukan,” ujarnya.
Menurutnya, secara keseluruhan di wilayah tersebut aman dan kondusif. Namun, pihaknya tetap melakukan pengamanan dan bersiaga selalu terhadap ancaman-ancaman yang dapat menganggu jalannya perayaan HUT RI di sekitar perbatasan RI-PNG.
“Kami juga monitor ada beberapa informasi tentang ada ancaman boikot kegiatan HUT RI di wilayah Papua. Tapi tetap kami waspada selalu, mengingat kami adalah ujung tombak pengamanan perbatasan RI-PNG,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Tatang Sulaiman kepada sejumlah jurnalis mengatakan hingga kini situasi kondusif dari kota hingga di perbatasan RI-PNG, menurutnya masyarakat tak perlu khawatir soal keamanan.
Antisipasi dari pihak TNI AD sampai saat ini selain fokus laksanakan persiapan HUT RI ke-70, satuan-satuan tetap melaksanakan siaga. “Pasukan itu memang tugasnya siaga setiap saat, tetap lindungi kehidupan masyarakat  dan menjaga agar aktifitas masyarakat tidak terganggu” kata Sulaiman, Kamis (13/08/2015).

JUMAT, 14 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...