LSM Desak Gubernur Ambil Alih Pembangunan Jembatan Kawanua

Angkutan Kota menyeberangi sungai
AMBON — Jembatan Kawanua sepanjang 700 meter yang digunakan sebagai penghubung dari dua kecamatan di Maluku Tengah hingga kini belum selesai. Bahkan tiang penyangga yang dibangun sejak 2006 lalu roboh dan terbawa arus saat banjir melanda daerah tersebut pada Juni 2015.
Menyikapi masalah ini Koordinator LSM Pusat Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Maluku (Pukat Seram) mendesak Gunernur Maluku, Said Assagaff segera memerintahkan Balai Jalan dan Jembatan Nasional Maluku dan Maluku Utara segera mengambil alih pekerjaan proyek jembatan Kawanua.
“Sebelum mengambil alih pekerjaan, kami meminta BPK RI perwakilan Maluku harus mengaudit penggunaan anggaran yang sudah dihabiskan oleh Pemkab Maluku Tengah sejak tahun 2006. Karena fakta lapangan hingga tahun 2015 ini pekerjaan tidak tuntas. Malah jembatan Kawanua ambruk,” kata ketua Pukat Seram, Fahri Asyathry, yang juga warga Maluku Tengah kepada Cendana News di Ambon Sabtu (1/8/2015).
Menurut Fahri, Gubernur harus punya solusi kongkrit untuk menjawab penderitaan masyarakat di Kecamatan Tehoru dan Telutih saat ini. Padahal Pemkab Maluku Tengah sudah mengambil alih pembangunan tersebut, namun faktanya sampai sekarang proyek jumbo tersebut tak kunjung tuntas.
“Selama delapan tahun,  jembatan Kawanua pekerjaannya tidak pernah terselesaikan,” imbuhnya.
Diharapkan, mafia proyek Jembatan Kawanua harus dibongkar habis. Kalau tidak maka dari tahun ke tahun akan terus jadi lahan garapan empuk.
Disebutkan, jika Gubernur tidak punya solusi untuk menyelesaikan masalah jembatan Kawanua,  hal itu menunjukan bahwa gubernur Maluku termasuk gagal dalam membangun Provinsi berjuluk seribu pulau tersebut. 
“Gubernur harus ambil alih pekerjaan jembatan Kawanua. Karena masyarakat Kecamatan Telutih dan Tehoru sudah lama menderita,” pungkasnya.
Kondisi masyarakat di Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Telutih Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku kini sangat memprihatinkan. Jembatan Kawanua di Desa Saunolu Kecamatan Tehoru itu yang menjadi satu-satunya akses penghubung darat.
Warga terpaksa menyeberang kali luas dengan menggunakan rakit dan perahu (sampan). Untuk menumpang rakit pengguna sepeda motor wajib membayar Rp 30.000 per kendaraan. Ada tiga Kali yang harus dilintasi para warga kecamatan Tehoru dan kecamatan Telutih kabupaten Maluku Tengah ini.
Tiap menyeberang, warga yang tidak pakai sepeda motor naik rakit dan perahu wajib membayar Rp 5000 per orang. Untuk mobil angkutan yang bisa tembus kali Kawanua ini hanya mobil bus besar atau truk. Jika kali banjir deras resikonya mobil ada yang tertanam bahkan terhanyut dibawa arus kali.
Pembangunan jembatan Kawanua ini sudah dilakukan sejak 2006 oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Maluku Tengah. Setiap tahun anggaran ada alokasi anggarannya, tapi hingga 2015 ini proyek ini tidak tuntas. 
Awalnya proyek ini ditangani Pemprov Maluku tapi kemudian diambil alih oleh Pemkab Maluku Tengah.

SABTU, 01 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...