Lunturnya Nilai Kebangsaan Jadi Salah Satu Penyebab Masalah Terorisme

MATARAM — Masih terjadinya masalah terorisme di tengah masyarakat, selain disebabkan masalah doktrin pemahaman agama yang salah dan faktor ekonomi, juga disebabkan karena sudah mulai lunturnya nilai dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat, yang kemudian memicu mereka melakukan tindakan-tindakan yang berlawanan dengan semangat kebangsaan NKRI.
“Masalah teroris muncul bukan hanya terkait soal pemahaman agama yang salah, tapi juga mulai lunturnya nilai dan semangat kebangsaan pada sebagian masyarakat sebagai pedoman dalam melakukan tindakan dan pergaulan dengan sesama,” kata Direktur Pencegahan, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Brigjen Hamidin di Mataram, Sabtu (29/8/2015).
Dikatakan, mulai lunturnya nilai dan semangat kebangsaan tidak terlepas masih adanya kelompok-kelompok tertentu di tengah masyarakat yang ingin memaksakan kehendak dengan melakukan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan hal tersebut tidak bisa dibiarkan.
Kelompok-kelompok tersebut, kata Hamidin antara lain, kelompok yang mengatasnamakan agama dan bertindak radikal termasuk juga kelompok sparatis seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dan kelompok sparatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ingin menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Dalam rangka penanganan masalah terorisme dan radikalisme tersebut, selain melalui pendekatan hukum oleh aparat keamanan, juga harus lebih banyak dilakukan melalui pendekatan persuasif oleh pemerintah melalui kebijakan dan pemerataan pembangunan, khususnya di bidang ekonomi, karena memang harus diakui munculnya masalah terisme dan gerakan kelompok sparatis, juga erat kaitannya dengan masalah ekonomi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hamidin mengatakan, peran serta tokoh agaman, tokoh adat dan tokoh masyarakat, melalui nilai dan kearifan lokal juga akan sangat membantu bagi upaya penanggulanganan masalah terorisme, karena bagaimanapun, kepedulian masyarakat akan menjai penting dalam mencegah berkembangnya masalah terorisme di Indonesia, khususnya di NTB.

SABTU, 29 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...