Makna di Balik Maskot Laba-laba Raksasa di Stan Kemenag Manggarai

FLORES — Persiapan iven Pameran Pembangunan Kabupaten Manggarai yang dimulai sore hari ini, Minggu (23/08/2015), terus dilakukan oleh perbagai instansi dan para pelaku usaha. Keunikan maskot pameran dari masing-masing instansi antara lain tampak sudah dipajang di stan-stan pameran.
Salah satu hal menarik yang dilihat Cendana News pada iven pameran pembangunan kali ini adalah ketika Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manggarai memilih seekor laba-laba raksasa sebagai maskot pameran. Disampaikan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Manggarai, Dominikus Wora, ini ternyata bukan sekadar laba-laba raksasa biasa.
“Kita mulai dari bagaimana budaya kita itu, Lodok atau sistem pembagian lahan orang Manggarai berbentuk jaring laba-laba itu, sama dibuat seperti jaring laba-laba. Lodok menggambarkan kebersamaan. Dan hanya dalam kebersamaan itu keberhasilan bisa diraih. Dalam bentuk jaring laba-laba itu ‘kan ada kebersamaan yang kuat dan kokoh. Kita dalam budaya Manggarai itu sudah lama mengenal itu dalam bentuk Lodok,” ungkapnya di Ruteng, Minggu (23/08/2015).
Menurut dia, falsafah jaring laba-laba sangat penting dihayati dalam konteks keanekaragaman budaya dan agama di Indonesia.

“Prestasi bisa diraih hanya dalam kebersamaan. Dan banyak keutamaan dan kebenaran hidup di Republik ini dibangun di atas simbol semacam itu. Kita bangsa yang memiliki perbedaan ya. Jadi, kalau kita tidak bersatu, kita runtuh,” tutur Dominikus.

Laba-laba raksasa, kata dia, merupakan simbol kebersamaan yang harmonis di antara agama-agama di Manggarai selama ini sekaligus ungkapan harapan akan adanya kontinuitas dari kebersamaan tersebut.

“Supaya kita belajar dari kecelakaan sejarah, di mana kita tercerai-berai kalau tidak menghargai perbedaan,” jelasnya.

Dirinya optimis, NTT pada umumnya dan Manggarai khususnya akan tetap menjadi pilot project kerukunan agama di Indonesia. Kerukunan agama di NTT sudah terkenal secara nasional.

Masyarakat Manggarai, kata Dominikus, sangat mencintai kebersamaan di tengah keanekaragaman. “Kalau terjadi sesuatu, itu datangnya dari luar. Manggarai itu, baik agama dan adatnya sangat mencintai kerukunan. Istilah Latinnya, ex pluribus unum, keanekaragaman melahirkan persatuan,” klaimnya.
Pantauan Cendana News, Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai dalam kesempatan pameran pembangunan ini tampak berkomitmen kuat untuk terus membangun perdamaian di tengah perbedaan.

“Perdamaian ada jika kita mau menerima perbedaan. Perbedaan adalah realitas. Menjaga kerukunan, tugas kita,” tulis pada selebaran yang terpasang di stan instansi tersebut.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...