Malang ‘Dibumi Hanguskan’ dalam Peringatan Hari Kemerdekaan RI

MALANG — Menjelang berakhirnya upacara bendera, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras bahan peledak dari arah alun-alun Tugu. Suasana upacara yang tadinya khidmat dan tertib, seketika berubah menjadi kacau. Para peserta upacara terlihat lari berhamburan untuk menyelamatkan dirinya masing-masing dengan dibarengi dengan suara teriakan kepanikan.
Tidak berselang lama, suara dentuman yang kedua kembali terdengar memekikkan telinga. Kali ini dibarengi dengan suara tembakan bertubi-tubi. Dari kejauhan terlihat tentara Belanda lengkap dengan senjata dan kendaraan tempurnya mulai mendekati Balaikota. Masyarakat bertambah panik dengan kedatangan tentara Belanda. 
Persis di depan gedung Balaikota, terlihat puluhan warga dengan berlumuran darah tergeletak tak berdaya karena tidak berhasil menyelamatkan diri dari serangan tentara Belanda.
Namun begitu para pemuda khususnya pelajar tidak ingin tinggal diam. Mereka yang tergabung dalam Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) mencoba melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata bambu runcing. Walau akhirnya para pejuang ini banyak yang harus gugur.
Seperti itulah ilustri suasana peperangan pada saat tentara TRIP melawan tentara Belanda yang ingin disajikan dalam sebuah Drama Kolosal dengan Judul “Malang Bumi Hangus”. 
Drama kolosal ini menceritakan upaya tentara TRIP dan rakyat kota Malang untuk menghancurkan dan meluluh lantakkan bangunan penting di Kota Malang yang salah satunya bangunan Balaikota Malang agar tidak dapat ditempati kembali oleh tentara Belanda yang kembali memasuki dan menguasai Kota Malang dengan Agresi Militer Belanda I tahun 1947.
Muhammad Anton sebagai Walikota Malang mengatakan, dengan ditampilkannya Drama kolosal “Malang Bumi Hangus” pada peringatan hari kemerdekaan kali ini merupakan momentum yang bagus bagaimana kita mempersembahkan sebuah karya untuk menghormati para pejuang yang telah gugur serta mengingat kembali sejarah perjuangan mereka.
Disebutkan, drama kolosal “Malang Bumi Hangus” diperankan oleh siswa-siswi SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4 dan Malangdance yang didukung pula oleh Yon Inf Marabunta, Yon Armed L 105 Ajusta, Yon Kav 3 Tank dan Yon Zipur 5.

SENIN, 17 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...