Masalah Sampah di Tanjung Karang Perlu Perhatian Serius

MATARAM — Masalah sampah tidak hanya ditemukan di sebagian ruas jalan, selokan drainase dan sudut Kota, tapi juga ditemukan di pinggiran pantai yang ada di Kota Mataram. Baik sampah yang dihasilkan dari aktivitas warga yang datang berlibur maupun sampah kiriman melalu aliran sungai yang tembus lansung ke pantai.
Seperti halnya di pantai Tanjung Karang yang berhadapan langsung dengan permukiman kampung nelayan Bangsal, serakan sampah di sepanjang pinggir pantai bisa dengan mudah ditemukan dan sangat mengganggu pemandangan, mulai dari sampah plastik sisa makanan dan minuman sampai sampah berupa dedaunan.
“Sayang sekali kebersihan pantainya kurang terjaga, padahal pantai Tanjung Karang dekat dengan pusat pemerintahan, pusat keramaian yang banyak dikunjungi banyak orang, termasuk wisatawan. Kalau saja kebersihan bisa dijaga dengan baik bisa mendatangkan keuntungan, bagi pemerintah maupun masyarakat,” kata Murdani Warga perumahan BTN Lingkar Permai Kota Mataram, Sabtu (1/8/2015).
Tapi kalau kebersihannya kurang terjaga seperti sekarang, tambah Murdani, jangankan keuntungan, malah bisa membawa citra buruk tentang pulau Lombok yang dikenal dunia akan keindahan wisatanya, terutama wisata pantai, apalagi ditengah sedang gencar-gencarnya Pemda NTB mempromosikan wisata NTB ke dunia.
Harus ada keseriusan dari pemerintah, khususnya Pemkot Mataram dalam menangani masalah kebersihan pantai dari serakan dan genangan sampah supaya bisa tetap baik dan indah, termasuk juga melakukan pendekatan dan penyadaran kepada masyarakat yang bermukim disekitar pantai akan pentingnya menjaga kebersihan pantai.
Terpisah, Isnaini, warga kampung nelayan Bangsal Tanjung Karang, Kota Mataram mengatakan, sampah yang terdapat dan berserakan disepanjang pantai sekitar kampung nelayan, tidak hanya berasal dari warga setempat.
Melainkan dari para pengunjung yang datang membawa makan dan membuang plastik sisa makanan dan minuman yang dibawa secara sembarangan di pinggiran pantai. Sampah juga datang dari warga tengah kota, yang dibawa air melalui aliran sungai yang lansung tembus ke pantai,
“Sampah yang berserakan di pantai Tanjung Karang dekat perkampungan nelayan bukan semata dari sampah yang dihasilkan warga di sini, tapi juga berasal dari sampah kiriman dan warga yang datang berlibur termasuk juga tidak adanya bak penampung sampah disediakan pemerintah, ya ahirnya warga terpaksa membuang sampah secara sembarangan,” ungkapnya
SABTU, 01 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...