Massa Tuding Gubernur NTB Intervensi Pemilukada Mataram

MATARAM — Ratusan masyarakat yang menamakan dirinya Masyarakat Peduli Kota Mataram dan Gerakan Serentak, menuding batalnya pasangan Rosiadi dan Kasdiono (RIDO) mendaftarkan diri sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram ke Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Mataram yang kemudian berdampak terhadap penundaan Pilkada hinggan Februari 2017, tidak terlepas dari adanya intervensi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal tersebut dikatakan kordinator aksi, Masbuhin saat melakukan aksi demonstrasi dan mengalang ribuan tandatangan menolak penundaan Pilkada Kota Mataram dan mendukung supaya Pilkada tetap dilaksanakan bulan Desember mendatang di jalan Pejanggik perempatan Kantor Gubernur dan Walikota Mataram, Rabu (12/8/2015).
“Penundaan Pilkada Kota Mataram sarat muatan politis dan tidak terlepas dari adanya intervensi Gubernur NTB selaku Ketua DPD Demokrat, mengingat pasangan RIDO merupakan pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PDIP, karena itu saya meminta kepada Gubernur NTB untuk bisa memisahkan posisi anda sebagai Gubernur dan Ketua partai,” kata Masbuhin.
Dikatakannya, jangan sandra hak rakyat untuk berpolitik, karena penundaan Pilkada, sama saja dengan merampas hak dan menipu, 
“Kami butuh pemimpin yang dipilih oleh rakyat bukan yang ditunjuk oleh pejabat,”sebutnya.
Idin, massa aksi lainnya mengatakan, masyarakat Kota Mataram menolak penundaan Pilkada sampai 2017, karena kalau hanya dipimpin oleh seorang Plt
“Tidak banyak yang bisa kami harapkan dan hal tersebut jelas akan merugikan kami semua sebagai masyarakat Kota Mataram karena dapat menghambat proses pembangunan yang ada,”katanya.
Dalam kesempatan tersebut massa mengajukan beberapa tuntutan antara lain meminta kepada pemerintah pusat supaya segera mengeluarkan Perpu terkait calon tunggal, sehingga Pilkada serentak bulan Desember mendatang bisa tetap dilaksanakan, menuntut Gubernur, DPRD NTB, DPRD Kota Mataram, KPU NTB dan KPU Kota Mataram untuk bertanggung jawab mensukseskan Pilkada serentak
RABU, 12 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...