Mengenal Alat Transportasi di Dunia Melalui Museum Angkut

KOTA BATU — Bagi masyarakat yang ingin mengenal dan mengetahui alat transportasi yang pernah digunakan di berbagai belahan dunia, wajib rasanya berkunjung ke Museum Angkut yang berada di Kota Batu tepatnya di Jala Terusan Sultan Agung Atas No 2 Kota Wisata Batu Jawa Timur.

Untuk memasuki Museum Angkut, terlebih dahulu pengunjung harus membeli tiket Sebesar Rp.60.000,- untuk hari Senin hingga Kamis dan Rp.80.000,- untuk hari Jumat hingga Minggu.

Di Museum Angkut, pengunjung akan diperkenalkan lebih jauh berbagai jenis alat transportasi tradisional hingga modern yang pernah digunakan dibeberapa Negara di Dunia dan sangat populer pada masanya.

Mulai dari sepeda ontel, sepedah motor, Vespa, berbagai jenis becak yang ada di Indonesia, andong, bemo, bajai, kereta kuda, helicopter, pesawat, miniatur kapal Titanic, mobil-mobil kuno dengan berbagai merk seperti Chevrolet, Ford dan juga Lincoln.

Selain itu, dipajang pula mobil produksi Indonesia “Tucuxi” yang mengalami kecelakaan saat di kendarai Dahlan Iskan pada uji coba lanjutan pada tanggal 5 Januari 2013. Alat-alat transportasi tersebut di letakkan dibeberapa zona yang berbeda diantaranya zona Sunda Kelapa & Batavia, zona Gangster Town & Broadway Street, zona Eropa, zona Buckingham Palace, zona Las Vegas dan zona Hollywood.

Desain zona-zona tersebut sengaja diadopsi sedemikian mirip dengan aslinya sehingga membuat para pengunjung yang datang seakan benar-benar berada di Negara tempat alat transportasi tersebut pernah populer digunakan.

Di zona-zona tersebut juga sering digunakan para pengunjung untuk mengabadikan gambar dengan menggunakan kamera handphone. Namun bagi pengunjung yang ingin mengabadikan gambar menggunakan kamera pocket atau SLR di kenai biaya tambahan sebesar Rp.30.000,-.

Alfian salah satu pengunjung Museum Angkut yang berasal dari Pasuruan mengaku baru pertama kali datang ke tempat ini bersama kawan-kawannya. Menurutnya disini tempatnya bagus, banyak mobil-mobil kuno dan suasananya juga seperti di luar negeri

“Disini tempatnya cocok buat foto-foto terutama bagi yang hobi fotografi,” imbuhnya.

Selain berbagai jenis kendaraan terdapat pula tokoh super hero Hulk yang terbuat dari onderdil kendaraan yang tidak terpakai serta miniatur Bumblebee yang merupakan salah satu tokoh dari film Transformers turut menjadi daya tarik tempat ini.

Keluar dari zona yang menghadirkan berbagai jenis kendaraan angkut atau transportasi, pengunjung langsung diarahkan ke zona pasar apung yang mengadopsi salah satu pasar tardisional di Kalimantan. Di zona ini pengunjung bisa beristirahat sekaligus menikmati berbagai makanan yang sudah disediakan oleh para penjual makanan. Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi naik perahu bisa melakukannya dengan membeli tiket sebesar Rp. 10.000,- per orang.

Di akhir perjalanan mengelilingi museum angkut, pengunjung akan di arahkan ke zona D’Topeng Kingdom. Di zona ini pengunjung akan diperkenalkan berbagai jenis kain batik, topeng, senjata dan kebudayaan asli Indonesia.

MINGGU, 30 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...