Menghidupkan Kembali Budaya Mendongeng di Indonesia

MALANG — Dongeng adalah cerita khayalan atau cerita yang tidak benar-benar terjadi namun terkandung nilai positif didalamnya. Mendongeng pada jaman dulu merupakan sebuah aktifitas atau kebiasaan yang sering dilakukan oleh para orang tua sebagai pengantar tidur anak-anak mereka. Namun dengan kemajuan teknologi di jaman modern ini, kebiasaan mendongeng sudah banyak di tinggalkan oleh para orang tua. Kini para orang tua lebih memilih membiarkan anak mereka asik bermain gadget hingga anak-anak tersebut tertidur dengan sendirinya.

Hal ini rupanya yang melatar belakangi Elis Siti Toyibah (23), mahasiswi semester akhir Jurusan Agribisnis Universitas Brawijaya untuk serius menghidupkan kembali kebiasaan mendongeng. Karena menurutnya, mendongeng adalah salah satu cara yang efektif menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak tanpa mereka harus merasa di ajari.

Gadis kelahiran Kota Bandung ini mengaku mulai belajar mendongeng secara otodidak sejak lima tahun yang lalu menggunakan media wayang, boneka jari dan boneka tangan.

“Selama ini saya mendongeng kepada anak-anak dengan cara berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain dan pada setiap hari minggu biasanya saya juga mendongeng di taman-taman yang ada di Malang,” ceritanya di lokasi Roadshow yang digelar di halaman Perpustakaan Malang, Senin (31/08/2015).

Kini dirinya dan juga beberapa temannya tergabung dalam Dongeng.tv yang juga merupakan salah satu project, ingin membudayakan dan menyebarkan nilai-nilai dongeng keseluruh masyarakat Indonesia.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, dirinya mulai mengembangkan keahliannya dalam mendongeng. Jika dulu dirinya menggunakan wayang dan boneka tangan berukuran kecil, sekarang dengan teknik Ventriloquist (suara perut) dirinya mulai mendongeng menggunakan boneka tangan berukuran besar yang dia beri nama boneka “Cetta”. Menurutnya, nama Cetta sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti berpengetahuan luas.

Menurutnya, dengan adanya Cetta sekarang anak-anak lebih antusias dan penasaran untuk mendengarkan dongeng yang dia bawakan. Elis biasanya membawakan dongeng-dongeng buatannya sendiri yang mengandung nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

“Sebenarnya anak-anak sangat suka dan antusias dengan dongeng, hal ini terbukti ketika kami berikan pertanyaan kepada anak-anak apakah mereka suka dongeng? Seratus persen mereka semuanya menjawab suka. Tapi saat kami berikan pertanyaan apa mereka pernah didongengin? mereka menjawab tidak pernah. Dari jawaban mereka tersebut kami simpulkan bahwa semua anak-anak suka dongeng namun sayang tidak ada yang berdongeng untuk mereka,” ungkap Elis.

Selain piawai mendongeng, gadis berhijab ini juga termasuk mahasiwi berprestasi di kampusnya. Elis pernah menjadi juara satu karya ilmiah di Taiwan dan menjadi perwakilan Indonesia ke Austria dalam mengikuti kompetisi karya ilmiah serta belasan prestasi lain yang pernah dia peroleh.

SENIN, 31 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...