Mengurai Kemacetan dengan Menekan Egoisme Pribadi dalam Berkendara

JAKARTA — Perempatan lampu merah Pramuka-Salemba-Matraman-Tambak seringkali menjadi penyebab kemacetan bagi mereka yang harusnya dapat langsung belok kiri dari Pramuka ke Matraman.
Namun alih-alih bisa belok kiri langsung,  semua kendaraan dari arah pramuka ke matraman harus ikut berhenti saat lampu merah sehingga seringkali menimbulkan kemacetan yang cukup panjang dan lama.
Penyebabnya adalah shelter busway Matraman II yang kearah jalan salemba dan jalan tambak menghalangi kendaraan yang hendak belok kiri. Hal ini ditambah parah dengan egoisme pengendara lain arah salemba dan jalan Tambak yang menutupi jalan kendaraan yang hendak langsung belok kiri arah matraman.
Seorang sopir metromini No.46 jurusan rawamangun-kampungmelayu bernama Burhan mengungkapkan kekesalannya atas situasi kemacetan di ruas jalan ini.

“seharusnya tidak perlu makan waktu lama seperti ini untuk belok kiri,  tapi sekarang selalu makan waktu sampai 10 menit,” kata Burhan kepada Cendana News, Minggu (23/08/2015).
Kisruh perempatan ini terjadi setiap hari walaupun berada tepat disamping Polsek Matraman. Seringkali tampak hanya petugas Trans Jakarta yang coba mengatur kendaraan sehingga tidak efektif mengurai kemacetan.
Seorang pengguna jasa Busway bernama Deddy menyatakan simpatinya dengan memberikan sedikit buah pikiran.
“Harusnya busway arah Jalan Tambak dan Jalan Salemba jangan sampai menempati dua baris,  itu menutupi kendaraan lainnya yang hendak belok kiri langsung,  karena ruas jalan ini kecil, dan pengendara lain juga harus melakukan hal yang sama, jangan egois, ” jelas Deddy.
Masing-masing pengguna ruas jalan ini dari Busway sampai kendaraan pribadi harus bisa menunjukkan diri sebagai pengguna jalan yang baik dan sopan dengan tidak mengorbankan kepentingan orang lain demi kepentingan diri sendiri.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...