Meski Sudah Online, Masyarakat Masih Pesan Tiket di Stasiun

Para penumpang mengantri masuk satu persatu sambil menunggu proses boarding pemerintahan tiket
SEMARANG — PT. Kereta Api Indonesia ( Persero ) dalam beberapa tahun belakangan terus maju dan berkembang pesat, padahal dulu sewaktu masih bernama “Perumka” dikabarnya terancam gulung tikar alias bangkrut.
Sebagai satu – satunya operator resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengurusi ” Perkeretaapian “, PT. KAI yang pada awalnya waktu itu berada dalam kendali Direktur Utamanya, Ignasius Jonan ( sekarang Menteri Perhubungan ) telah berhasil memperbaiki sistem menejemen dan struktur organisasinya, sehingga kinerja keuangannya semakin membaik.
Perlahan tapi pasti PT. KAI kini menjelma menjadi salah satu BUMN yang paling banyak meraih keuntungan, bahkan perusahaan tersebut termasuk BUMN pertama milik Pemerintah yang menyediakan pembelian dan pemesanan tiket secara “online”, yang mudah, aman dan cepat.
Dengan adanya fasilitas tiket online tersebut, PT. KAI berharap bagi siapa saja calon  penumpang kereta api yang ingin bepergian naik KA tidak perlu repot – repot ikut antre panjang berdesakan seperti dulu, kini pelanggan cukup memanfaatkan jaringan Internet untuk memesan tiket secara online.
Sekarang membeli tiket untuk segala jurusan, baik jarak jauh, jarak menengah maupun jarak pendek, sudah dapat dipesan ” Jauh – Jauh ” hari, sekurang – kurangnya sebelum 90 hari ( 3 bulan ) waktu keberangkatan. Penumpang juga bisa melihat dan memilih mana saja kereta yang akan dinaiki, selain itu mereka dapat memilih bangku tempat duduk yang diinginkan sesuai selera masing – masing.
Kini pelanggan KA dapat dengan mudah memesan tiket, tinggal menyalakan internet dari gadget mereka, kemudian memilih “situs – situs” yang menyediakan pemesanan dan pembelian tiket secara online. Selain itu mereka dapat memesan tiket beberapa tempat perbelanjaan, antara lain di Indomart atau Alfamart terdekat, tanpa perlu repot – repot ke stasiun jika jaraknya jauh.
Di tempat tersebut, setelah kita membayar sesuai dengan harga tiket KA masing – masing, nantinya akan mendapatkan  struk bukti pembayaran. Kemudian tinggal menukarkan kertas struk tadi dengan tiket resmi di stasiun – stasiun terdekat sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Pelanggan juga bisa memanfaatkan fasilitas mesin cetak tiket mandiri yang tersedia di seluruh stasiun – stasiun besar, dimana nantinya pelanggan tinggal memasukkan nomer kode seri angka yang dimaksud, sesuai dengan struk pada mesin, setelah itu tunggu beberapa saat, tiket yang anda maksudkan agar tercetak dengan sendirinya, sama persis dengan membeli di loket.
Cendana News mencoba menelusuri, apakah masih ada calon penumpang KA yang masih memesan atau membeli tiket dadakan secara langsung di stasiun KA Poncol, Semarang, Jawa Tengah. Setelah memasuki halaman stasiun terbesar kedua di Semarang tersebut, terlihat banyak orang rela berdiri mengantre untuk memesan tiket di loket yang telah ditentukan. Ada juga beberapa orang yang membeli tiket langsung karena mendadak untuk keberangkatan hari ini.
Widodo, salah satu yang ditemui di stasiun saat sedang antri memesan tiket mengatakan, meski sudah mengetahui ada tiket online tapi karena rumah dekat stasiun lebih memilih membeli langsung.
“Sebenarnya sudah tahu kalau tiket KA sekarang ini dapat dipesan jauh – jauh hari sebelum keberangkatan secara online, tapi karena rumah dekat dengan stasiun, makanya saya memesan tiket di sini, ” ujarnya.
Lain Widodo, lain pula Mulyono, ayah dua anak ini mengatakan, walau PT. KAI sudah seringkali memberitahukan tentang adanya fasilitas pemesanan tiket secara online, namun karena kebiasaan lebih memilih langsung.
“Saya dan keluarga sudah terbiasa memesan tiket dengan mendatangi stasiun yang  terdekat,” katanya.
Disebutkan, salah satu sebabnya karena dia bukanlah termasuk orang yang sering bepergian secara rutin, paling tidak dalam setahun cuma 12 kali, pulang – pergi Semarang – Jakarta dengan menggunakan jasa angkutan umum kereta api, itupun kalau ada informasi panggilan kerja musiman di Jakarta.

SABTU, 15 Agustus 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...