Metode Percepatan Panen ala Petani Sayuran Tabanan

TABANAN — Memenuhi kebutuhan di Bali, petani sayur terus melakukan berbagai metode untuk dapat mempercepat dan meningkatkan hasil panen. Petani sayuran di wilayah Baturiti, Kabupaten Tabanan memperhatikan berapa hal dalam bercocok tanam, mulai dari pembibitan, hingga penggunaan pupuk organik.
Seperti halnya dalam menanam sawi hijau, tahapan menanam sawi hijau dilakukan dengan dua kali proses. 
Awalnya bibit disemai terlebih dahulu sampai tumbuh beberapa daun sejati. Sebelum ditanamkan, tanah atau lahan digembur dan diberi campuran pupuk organik. 
Setelah itu, untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, tanaman disiram secara rutin dengan pestisida. Hal ini dapat membuat petani bisa panen Sawi hijau dalam 35 hari dari waktu normal 45 sampai 60 hari.
“Kegemburan tanah dan perawatan rutin dengan pestisida sangat penting untuk mempercepat waktu panen,” ujar Wayan Kadi, seorang Petani Sawi kepada Cendana News di Tabanan, Senin (03/08/2015).
Hal yang sama juga berlaku untuk tanaman sayuran bayam. Akan tetapi untuk bayam dapat langsung ditanam bibit atau bijinya ditanah yang sudah gembur dan dihaluskan dengan kedalaman setengah sentimeter.
“Waktu panen nya bisa dipersingkat menjadi 25 sampai 35 hari dari 45 hari waktu normal,” sambung Wayan singkat.
Untuk Penentuan pupuk, petani sayuran seperti Wayan Kadi lebih banyak bertumpu kepada pupuk organik yang dicampurkan dengan tanah secara simultan. Disamping itu cuaca segar nan sejuk turut menentukan pertumbuhan sayuran secara maksimal.
Harapan Petani sayuran kedepannya pembibitan awal dapat ditingkatkan dengan mendapatkan bimbingan pengetahuan yang lebih banyak dari Dinas Pemerintahan terkait.
“Memenuhi kebutuhan pangan pulau Bali merupakan tanggungjawab moril yang tidak mudah,” pungkas Wayan menutup pembicaraan.
SENIN, 03 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...