Mie Ayam Dan Bakso “Mas Gondrong” Laris Manis Diserbu Pembeli

SEMARANG — Di pinggir jalan, masih dalam satu kawasan Komplek Ksatrian Arhanud, Jatingaleh, kota Semarang, ada sebuah warung yang berjualan makanan ” Tradisional ” berupa mie ayam dan bakso yang bernama Mas Gondrong, mengaku berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Sekilas warung kaki lima tersebut terlihat biasa – biasa saja, tak ada yang istimewa, tapi ketika masuk, orang yang tak pernah makan disini akan kaget, karena saking ramainya pembeli, hingga kadang tidak dapat tempat duduk, penuh sesak oleh pelanggan setianya yang lagi menikmati semangkuk bakso atau mie ayam kesukaannya.
Banyak orang yang penasaran ingin mencicipi, bagaimana rasanya mie ayam dan bakso ” Racikan ” dari laki – laki berumur 45 tahun tersebut yang akrab dipanggil Mas Grondrong oleh para penikmat kuliner yang telah menjadi langganan tetapnya sejak delapan tahun yang lalu.
Saking ramainya, terlihat banyak orang rela antre di luar tenda untuk menunggu giliran masuk kedalam warungnya, ada juga yang tak sabar cuman pesan makanan tapi tidak dimakan di situ, alias dibawa pulang untuk dinikmati ramai – ramai bersama keluarganya di rumah.
Cendana News malam ini penasaran pengen mencicipi mie ayam bakso bikinan Mas Gondrong, tapi ketika sampai di warungnya, harus kecewa karena tak dapat tempat duduk satu kursipun.
“Mohon maaf, malam ini warung saya ramai sekali, kalau pengen menunggu silahkan, tapi harus sabar,  karena banyak yang antre untuk dimakan di tempat, belum termasuk pesanan yang akan dibawa pulang,” terangnya.
Salah satu pelanggan kuliner yang bernama Hani, ketika ditemui Cendana News menyebutkan, sudah lama sering makan di sini, kadang menikmati sendiri,  namun juga tak jarang makan bersama teman-teman. Dia menerangkan mie ayam bakso ini unik, karena pasti dikasih Ceker ayam, itulah ciri khas yang membedakan warung ini dengan warung penjual kuliner sejenis lainnya.
Sementara ada satu keluarga lainnya yang tampak lahap menikmati sajian bakso dan mie ayam, Seno sebagai salah seorang yang mewakili mengatakan, harganya pun terjangkau, ramah di kantong. 
“Mengajak empat orang anggota keluarganya, kalau makan di warung tersebut cuman habis sekitar Rp. 50.000, itu sudah termasuk dengan minumnya ” ujarnya.
Cak Gondrong ketika ditemui di sela – sela kesibukannya mengatakan, usahanya dimulai di daerah Jatingaleh Semarang sejak tahun 2008, alhamdulilah sampai sekarang laris dan manis.
“Saya bersyukur warung sederhana ini tak pernah sepi dari pembeli, baik dari pelanggan lamanya maupun pelanggan yang baru pertama ke tempat saya,” katanya.
Sambil meracik beberapa mangkuk mie ayam dan bakso, dia menambahkan kalau asalnya memang dari Wonogiri yang rata – rata terkenal mahir membikin mie ayam dan bakso.
Dia menjelaskan, harga semangkuk mie ayam biasa saja tanpa bakso Rp. 8000, kalau untuk bakso semangkuk dihargai Rp. 10.000, sedangkan kombinasi mie ayam campur bakso harganya Rp. 13.000. 
“Harga tersebut masih masuk akal, karena mengambil untung sedikit saja, yang penting sudah punya langganan tetap lumayan banyak”, terangnya.
Ketika mengakhiri pembicaraaan, dia menjelaskan secara gamblang, kalau melihat harga kebutuhan pokok sekarang ini yang semakin mahal, dia sebenarnya sudah lama berencana menaikkan harga, menyesuaikan dengan tingginya harga bahan baku di pasaran.
Namun akhirnya niat tersebut dia urungkan, dia berpikir panjang dan tak tega, kasihan dengan pelanggannya yang harus mengeluarkan uang lebih dari biasanya. Karena bagaimanapun, mereka selama ini selalu setia makan dan minum, meramaikan warung kaki lima miliknya, yang pendapatannya tak kalah dengan rumah makan “Bintang Lima” sekalipun.
SABTU, 15 Agustus 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...