Murid SD 4 Muhammadiyah Doakan Korban Pesawat Trigana Air


SURABAYA — Murid SD 4 Muhammadiyah Surabaya mendoakan korban tewas pesawat Trigana Air dan mengucapkan turut berbelasungkawa untuk keluarga korban.
Humas SD 4 Muhammadiyah Surabaya, Edi Purnomo mengutarakan, hal tersebut merupakan bentuk duka cita murid-muridnya untuk kelurga korban Trigana Air. Aksi ini dilakukan secara sukarela.
“Kami tidak bisa memberi bantuan apa-apa selain doa, semoga para korban dapat diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” Jelasnya saat ditemui Cendana News, Kamis (20/08/2015).
Meskipun masyarakat Indonesia dalam suasana suka cita larut dalam kemeriahan kemerdekaan Republik Indonesia, ada ruang duka yang terselip setelah jatuhnya pesawat Trigana Air.
Emma (21 tahun) salah satu pengajar dari China mengaku turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Indonesia.
“Saya turut berduka cita, semoga diberi ketabahan keluarga, dan peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” tukas wanita berkulit putih ini.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, pesawat yang dipiloti Kapten Hasanudin, kopilot Aryadin, mekanik Mario, serta pramugari Ika dan Dita itu menabrak pegunungan di Desa Bape, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.
Serpihan pesawat kemudian ditemukan pada tebing pegunungan oleh armada pencarian dari udara milik PT Trigana, Senin (17/8/2015) pukul 08.50 WIT.
KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...