Musim Haji 2015, Jemaah Dihadang Cuaca Ekstrim di Mekkah

Jemaah Calon Haji lansia asal Yogyakarta 
YOGYAKARTA — Tahun ini, sebanyak 2.463 jemaah calon haji (JCH) asal Yogyakarta akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 40 persen atau sebanyak 703 jemaah merupakan lansia yang berusia di atas 60 tahun. Tak hanya itu, beberapa di antaranya juga ada yang membutuhkan penanganan khusus, seperti cuci darah seminggu dua kali dan berkursi roda. Selain itu, JCH tahun ini juga dihadang cuaca ekstrim yang kini tengah melanda Tanah Suci Mekkah.
Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah, para jemaah terlebih dahulu akan dikarantina di Asrama Haji Donohudan, Solo, Jawa Tengah. Secara bergelombang mereka akan diberangkatkan dalam 7 kloter. Masing-masing kloter terdiri dari 360 JCH dan akan mulai diberangkatkan akhir bulan Agustus ini. 
Dalam acara pelepasan dan pamitan JCH asal DIY di Bangsal Kepatihan Komplek Gubernuran Yogyakarta, Kamis (20/8) siang, Sultan HB X menyampaikan sejumlah nasehat sekaligus kritik. 
Sultan dalam sambutannya meminta agar para jemaah lebih memperhatikan kesehatan, karena di Arab Saudi saat ini sedang mengalami cuaca ekstrim. Suhu di Arab Saudi yang kini tercatat mencapai 43-45 derajat, cukup bisa menjadi kendala yang besar bagi calon jemaah haji. Apalagi, dari sekian calon jemaah haji asal DIY hampir separuhnya berusia lanjut. Karena itu, Sultan sangat menekankan agar para calon jemaah haji lebih mementingkan kesehatan selama beribadah di tanah suci.
Senada, Kepala Wilayah Kemenag DIY, Nizar Ali yang turut hadir dalam acara pelepasan calon jemaah haji tersebut mengimbau agar para calon jamaah haji untuk rajin minum air guna mencegah dehidrasi. 
“Suhu ekstrim di Arab harus diimbangi dengan banyak minum dan makan kurma supaya kuat beraktifitas sehari-hari,”sebutnya di Yogyakarta, Kamis (20/08/2015). 
Kecuali itu, Nizar juga mengimbau agar para jemaah untuk menghindari sinar matahari langsung, misalnya dengan mengenakan payung dan sunblock.
Selain perihal kesehatan, Sultan tak luput mengkritisi kondisi negara saat ini yang dilanda banyak korupsi. Padahal, tegas Sultan, calon jamaah haji yang hendak berangkat ke Mekkah selalu diiringi doa agar menjadi haji yang mabrur.
Karena itu, Sultan pun berharap, agar para calon haji bisa menyebarkan kebaikan dan menumpas korupsi sekembalinya dari tanah suci. Tak hanya itu, Sultan juga berharap sekembalinya dari tanah suci, para calon jamaah haji mampu mengharmonikan kesalehan dengan kebaikan kepada sesama. 
“Ada tiga ciri pada diri seorang haji mabrur itu, yaitu selalu sadar untuk memberi makan kepada setiap yang membutuhkan, selalu bertutur kata yang baik, bijak dan santun, dan selalu sadar untuk menebar salam guna merajut silaturahmi dan nasehat yang berguna bagi orang lain,” ujar Sultan.
Sementara itu terkait begitu banyaknya JCH asal DIY yang berusia Panitia Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag DIY terpaksa harus menambah gelang sebagai tanda khusus bagi calon jemaah haji yang rentan secara medis. Selain itu, panitia juga telah menyiapkan tiga orang tenaga medis di setiap kloter untuk mendampingi para calon haji selama menunaikan ibadah haji. Tiga tenaga medis itu terdiri dari satu orang dokter dan dua tim medis, dan masih ditambah lagi dengan beberapa panitia di setiap kloter.
calon jemaah haji DIY pamitan dengan Sultan

KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...