Musim Nikahan, Penjual Janur Kuning Kebanjiran Pesanan

SURABAYA — Janur kuning, sebuah hiasan yang banyak digunakan dalam upacara pernikahan di berbagai daerah di Indonesia. Tanpa adanya janur kuning serasa ada yang kurang dalam interior pesta. Apalagi antara hari raya Idul Fitri dan Idul Adha banyak yang menggelar nikahan. Hal inilah yang dimamfaatkan oleh salah satu pedagang di Surabaya. 
Ahmad Yani (38 tahun) pedagang asal Trenggalek ini bahkan telah menggeluti usahanya dari tahun 2004. Ditambah dengan beberapa keterampilan, sehingga dagangannya tidak pernah sepi dan memiliki banyak langganan.
Dia mematok pesanan komplit untuk hiasan janur kuning mulai dari Tuan, Benjor hingga Kembang Mayang dihargai 800-900 ribu tergantung bentuk yang diinginkan.
“Di sini persiapan pembuatannya cepat, 2-3 hari paling lama,”sebutnya di Surabaya, Selasa (11/08/2015).
Disebutkan, bahan baku didatangkan dari Trenggalek dan Malang. Biasanya ia menerima pesanan satu minggu sebelum acara hajatan digelar. Bahkan, satu bulan sebelum hajatan sudah banyak yang pesan.
“Selama setahun paling libur 3 bulan, selain itu tetap ada pesanan, terutama musim nikahan seperti bulan ini,”katanya.
Satu bulan biasanya ia bisa menangani pesanan hingga 70 pesanan. Pesanan bisa datang dari keluarga biasa saja hingga hajatan orang berada. Ia pun mematok harga yang sama, sesuai dengan bentuk dan motif yang diinginkan.
Salah satu langganannya, Umi Kalsum (54 tahun) warga Manukan Kasman, mengaku lebih senang pesan di tempat ini.
“Di sini pelayanannya cepat, jadi bisa langsung dipakai,” ungkap ibu yang akan menikahkan putrinya ini.
SELASA, 11 Agustus 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...