NTB Targetkan Jadi Pusat Pengembangan Sapi Nasional yang Ber-SNI

Sapi milik salah seorang peternak di Kabupaten Lombok Tengah
MATARAM — Keberadaan daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai sentral pengembangan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) pemerintah daerah (Pemda) NTB membuat pemerintah pusat menempatkan NTB sebagai pusat pengembangan bibit sapi nasional.
“NTB oleh pemerintah pusat dijadikan sebagai pusat pengembangan bibit sapi nasional, mengingat populasi sapi di NTB saat ini cukup besar, terutama di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Kabupaten dengan populasi besar” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kemenakestan) NTB, Budi Septiani di Mataram, Minggu (16/8/2015).
Menurut Budi, dijadikannya NTB sebagai pusat pengembangan
Bibit sapi nasional, selain karena populasi sapi yang besar, juga karena keberadaan sapi-sapi NTB selama ini telah dinyatakan bebas dari penyakit.
Target kedepannya bagaimana pengembangan bibit sapi NTB bisa mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI), semua itu muaranya tentu dalam rangka bagaiman bisa berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan prekonomian peternak sapi.
“Meski saat ini kita banyak mengekspor daging sapi ke beberapa Provinsi termasuk membantu mencukupi kebutuhan daging nasional, tapi Pemda NTB akan lebih memfokuskan diri pada pengembangan bibit sapi, karena potensi mengalami kerugian lebih menipis” ungkapnya.
Lebih lanjut Budi menjelaskan sebagai bentuk keseriusan membantu peternak sapi dalam meningkatkan produktivitas dan melindungi peternak, Pemda NTB juga telah mengeluarkan Perda yang mengatur soal harga minimal sapi para peternak oleh para pengepul.
“Prinsipnya, kalau ada kenaikan di tingkat sebenarnya itu bagus, tapi kalau kenaikannya ditingkat prantara, itu yang akan kita potong pergerakannya, melalui perbaikan saranan dan prasarana, selain itu kita menolak impor,”tutupnya.
MINGGU, 16 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...