Ojek Pangkalan tak Merasa Tersaingi dengan Adanya GO-JEK

JAKARTA — Hadir dan nge-hitnya Go-Jek di wilayah DKI Jakarta tidak membuat ojek pangkalan terancam, apalagi takut penghasilan mereka akan menurun. Seperti yang disampaikan beberapa tukang ojek yang berada di kawasan Universitaa Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat.
Salah satu tukang ojek di Salemba, Hardi (41) mengaku dirinya sudah bertahun-tahun mengojek dan tentunya banyak pelanggan. Dan kebanyakan pelanggan lebih memilih mereka daripada Go-Jek.
“Iya, Ada pelanggan saya, pernah ditawari untuk naik Go-Jek, tapi dia nggak mau. Katanya, enakan naik ojek biasa karna sudah kenal lama dan sudah dianggap saudara,”ujar Hardi kepada Cendana News di Jalan Raya Salemba, Jakara Pusat, Rabu (05/08/2015). 
Disebutkan, rejeki itu dari Allah, meski penghasilannya setiap hari sedikit, namun tetap disyukuri. Ditambah dengan kedekatan dalam beberapa tahun telah menjadikan mereka seperti keluarga.
“Saya dan teman teman ojek disini, sudah saling kenal satu sama lain lebih dari 5 tahun. Jadi sudah seperti saudara sendiri,” tutupnya.
GO-JEK adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri transportasi Ojek. GO-JEK bermitra dengan para pengendara Ojek berpengalaman di Jakarta, untuk menjadi solusi utama dalam pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.
Go-Jek memang menerapkan sistem pembagian hasil untuk setiap transaksi tunai dengan layanannya. Pembagian tersebut adalah 80 dan 20 persen. Sebanyak 20 persen untuk perusahaan, lalu 80 persen untuk karyawan itu sendiri. 
Selain itu, bentuk pembayaran lainnya menggunakan GoJek Credit. Pelanggan pun bisa melakukan top-up dengan pulsa untuk transaksi. Dari deposit itu, bagian pendapatan untuk tukang ojek hanya bisa diambil jika datang langsung ke kantor GoJek.
SELASA, 04 Agustus 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...