Okupansi Penumpang Semarang – Solo Masih Dibawah 50 Persen

SEMARANG — Minat masyarakat Semarang menggunakan kereta api sebagai transportasi masih terbilang rendah jika dibandingkan dari daerah lain. Tercatat untuk okupansi penumpang tujuan Solo masih dibawah 50 persen.

“Tingkat okupansi penumpang rata – rata setiap hari untuk KA Kalijaga Semarang – Solo masih relatif rendah, dibawah 50 persen,”sebut Asisten Manajer Humas PT. KAI ( Persero ) DAOP IV Semarang, Jawa Tengah, Krisbiyantoro kepada Cendana News di ruang kerjanya, Selasa (18/08/2015).

Namun hal tersebut berbeda untuk daerah tujuan Sidoarjo dengan rata – rata tingkat okupansi penumpang untuk KA KRD Bojonegoro – Sidoarjo masih lumayan penuh, bisa dikatakan sekitar 80 persen.

Untuk meningkatkan animo masyarakat, PT. KAI ( Persero ) DAOP IV Semarang pada HUT ke 70 Kemerdekaan RI, PT. KAI ( Persero ) DAOP IV Semarang, Jawa Tengah menggratiskan tiket untuk dua kareta api.

Disebutkan, sambutan positif dari masyarakat sangat baik. ratusan orang memamfaatkan sarana transport gratis yang disediakan untuk dua daerah pada tanggal 17 Agustus 2015.

Dia mengatakan, dua KA lokal yang digratiskan, antara lain, KA Kalijaga jurusan Semarang Tawang – Purwosari Solo dan KA KRD Bojonegoro – Sidoarjo PP.

“Sementara itu untuk KA Kalijaga berangkat pagi dari stasiun Tawang Semarang dengan 5 sampai 6 rangkaian gerbong dan berakhir di Stasiun Purwosari ” katanya kepada Cendana News, Selasa (18/08/2015).
Sedangkan satunya yang digratiskan adalah KA KRD Bojonegoro berangkat dari stasiun Bojonegoro siang hari, sampai Sidoarjo sore hari, dengan rangkaian sekitar 6 – 7  gerbong sekali jalan.
Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan animo masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai transportasi.

Sekedar informasi, untuk harga tiket  KA Kalijaga jarak dekat maupun jarak jauh akan dikenakan tarif Rp. 10.000, sedangkan untuk KA KRD Bojonegoro tarifnya Rp. 8000 jarak dekat maupun jarak jauh untuk sekali jalan.

SELASA, 18 Agustus 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono

Editor         : ME. Bijo Dirajo

Lihat juga...