Panen Tembakau, Petani Berharap Penjualan Bisa Berjalan Lancar

Dua buruh tani Desa Banyu Urip saat memikul tembakau yang baru saja dipetik, untuk diamankan ditempat yang teduh
LOMBOK — Musim Panen tembakau pada sebagian petani di Lombok, Khususnya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dengan kualitas cukup bagus diharapkan bisa berlangsung lancar dan tidak sampai mengalami kerugian.
“Penjualan hasil panen tembakau kita harapkan bisa berlansung lancar dan tidak ada hambatan, karena selain kualitas daun tembakau pada panen kali ini cukup bagus, jumlah petani yang menanam tembakau juga tidak terlalu banyak, sehingga tembakau yang ada sekarang akan banyak dicari pembeli, untuk memenuhi stok kekurangan yang diminta pihak perusahaan,” kata Sudarmadi di Lombok Tengah, Sabtu (14/8/2015).
Dikatakannya, musim tanam tembakau tahun ini memang tidak seperti tahun lalu, sebagian petani memilih menanami sawahnya dengan palawija maupun semangka, karena pengalaman menanam tembakau tahun lalu, banyak petani yang mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Sirun, petani swadaya lainnya mengatakan, kalau dengan harga yang sekarang saja pembayaran tembakau yang kita jual ke petani pengomprong bisa lancar, kita sebetulnya sudah untung, di mana harga tembakau basah perkwintalnya sebesar 215 ribu rupiah, jauh lebih mahal kalau dibandingkan harga tembakau petani binaan yang hanya berada di kisaran harga 150 sampai 170 perkwintal.
Sirun mengaku, menjadi petani tembakau swadaya baginya lebih menguntungkan, meski pada tahap penanaman, perawatan dan pemupukan dulu, menggunakan biaya sendiri, tapi lebihnya bisa menjual ke siapapun pembeli dengan sistim penjualan ada barang ada uang, karena tidak ada ikatan.
“Enakan jadi petani swadaya, meski menggunakan biaya sendiri, tapi saat proses penjualan bisa dilakukan ke siapapun, ada barang ada uang, kalau petani binaan kan sudah terikat, dari segi harga juga murah, dari dulu sampai sekarang harga tembakau basah kisarannya hanya segitu, tidak ada perubahan,” katanya.
SABTU, 15 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...