Pantai Guci Batu Kapal Legenda dan Keindahannya Memikat untuk Dikunjungi

LAMPUNG — Udara pantai yang sejuk dengan deburan ombak, pasir putih serta pohon-pohon khas tepi pantai menjadi pemandangan alam di Pesisir Lampung Selatan. Pantai Guci Batu Kapal merupakan salah satu destinasi wisata bahari dari sekian banyak objek wisata di Lampung.
Dinamakan guci batu kapal, dari cerita turun temurun warga lokal, pantai tersebut menyimpan sebuah legenda yang bisa dipercaya atau tidak kebenarannya. Legenda yang dimaksud merujuk pada bentuk batu batu yang berada di sekitar pantai yang jika dilihat dari kejauhan menyerupai kapal kapal kecil yang hendak bersandar di pantai. Batu batu yang berbentuk kapal tersebut konon erat kaitannya dengan legenda si Pahit Lidah yang sering ada di buku buku cerita lokal.
“Kalau nama tempat ini dari sejak saya lahir juga dinamakan guci batu kapal, kurang lebih seperti yang dituturkan tua tua adat serta warga lokal di sini berkaitan dengan legenda si Pahit Lidah yang akhirnya kalau dikaitkan seperti sekarang ini,”ungkap Haikar (56) salah satu warga di sekitar pantai tersebut kepada media Cendananews.com Minggu (30/8/2015).
Konon diceritakan dalam kearifan lokal masyarakat setempat, di zaman dahulu kala Si Pahit Lidah melakukan perjalanan ke beberapa tempat, diantaranya ke Sumatera Selatan hingga Lampung. Saat bersandar menggunakan perahu ke wilayah Kalianda dan saat berada di pelabuhan yang saat ini adalah pantai guci batu kapal, ia bertemu dengan warga setempat. Karena suatu hal dan warga lokal tak menyahut sapaan, akibatnya Si Pahit Lidah marah dan mengutuk tempat dan warga di sekitar pelabuhan tersebut menjadi batu.
Selain kisah si Pahit Lidah yang berasal dari Jazirah Arab dan bernama Serunting juga nama Guci pun berasal dari sebuah kisah adanya sebuah Guci yang pernah ditemukan di lokasi tersebut. Guci tersebut konon merupakan peninggalan pedagang asing dan bisa dipergunakan untuk bersembunyi orang yang masuk ke dalamnya. Akhirnya dengan adanya kisah guci serta bentuk batu batu karang menyerupai kapal membuat tempat wisata tersebut hingga kini disebut pantai Guci Batu Kapal.
“Percaya atau tidak yang jelas bisa dilihat bentuk batu batu karang yang ada di pantai ini dari kejauhan seperti kapal bahkan dahulu mirip sekali namun karena sudah tergerus ombak bentuknya sudah agak berubah,”ujar Haikar.
Selain ketertarikan mengetahui kebenaran legenda tersebut, wisatawan biasanya berkunjung ke pantai ini untuk menikmati keindahan yang ditawarkan. Jarak tempuh kurang lebih sekitar 15 menit dari ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kota Kalianda, membuat wisatawan memilih lokasi ini untuk berlibur. Pohon pohon rindang yang masih terjaga bahkan menjadi daya tarik tersendiri. Lokasi yang dekat dengan pegunungan, dekat dengan pantai, Gunung Anak Krakatau membuat Pantai Guci Batu Kapal menjadi lokasi untuk even nasional pada awal Agustus tahun ini.
Batu batu karang yang berada di pantai menjadi sebuah pelindung alami dari ombak yang berasal dari laut lepas sehingga banyak keluarga yang sengaja mengajak anak anaknya untuk berenang di lokasi ini. Seperti yang dilakukan Ansori (35) yang mengajak isteri dan kedua anaknya.
“Lokasinya dekat dan pantainya cukup bagus untuk anak anak bahkan untuk berenang pun saya tinggal mengawasi sebab ombaknya terhalang oleh batu batu karang, airnya pun jernih, pasirnya putih,”ungkap Ansori.
Pilihan lain yang biasanya dilakukan oleh wisatawan adalah outbound yang sebelumnya pernah ada di lokasi ini namun kini karena sepi peminat sehingga tak ada kegiatan outbound. Batu batu berwarna hitam yang berada di pinggir pantai bahkan menjadi lokasi favorit beberapa pecinta fotografi untuk menjadi background ditambah saat senja menikmati matahari terbenam di perairan Selat Sunda.
Tiket masuk sebesar Rp5.000,- bagi pengunjung menggunakan kendaraan motor dan Rp15.000,- menggunakan kendaraan roda empat membuat lokasi ini menjadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga. Akomodasi berupa tempat bilas berupa kamar mandi yang bersih, gubuk atau dangau yang terbuat dari bambu pun menjadi pilihan warga berkunjung ke kawasan wisata yang dikelola oleh Yasir Hadibroto selaku anak pemilik bersama anggota keluarganya. Selain itu fasilitas ban karet untuk pelampung bagi anak anak yang ingin berenang pun disiapkan.
Selain itu sambil menikmati air yang jernih dan bermain di pantai, pengunjung juga bisa menikmati kesegaran air kelapa muda yang ditawarkan oleh para pedagang yang berjualan di lokasi Pantai Guci Batu Kapal. Tertarik untuk berkunjung, silakan ajak keluarga membuktikan adanya legenda si Pahit Lidah di pantai ini dan juga menikmati keindahan pantainya bersama keluarga!

MINGGU, 30 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...