Pasar Entrop Digusur, DPR Papua Nilai Pemkot Jayapura Belum Siap

Anggota Komisi II DPR Papua, Mustakim
JAYAPURA — Penggusuran pedagang pasar Kelapa II Entrop, menuai protes dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Pihak legislatif menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura belum siap hadapi dampak sosial dari penggusuran pedagang pasar tersebut.
“Seharusnya dari awal Pemerintah sudah siap ketika hendak menggusur para pedagang ini. Tapi ketika menggusur, ternyata tempat baru untuk menampung para pedagang ini belum selesai dan ini disayangkan,” kata Mustakim, anggota Komisi II DPR Papua membidangi Perekonomian kepada sejumlah wartawan, Selasa (11/08/2015).
Seharusnya, kata dia, Pemerintah Kota melakukan sosialisasi berulang-ulang kepada masyarakat maupun pedagang yang menempati kawasan tersebut. Sehingga masyarakat dapat siap-siap mencari tempat yang layak untuk tempat tinggal.
“Masyarakat sudah menyadari salah, karena menggunakan Pasar ini sebagai tempat tinggal juga dan mereka juga sudah mau dipindah. Namun, masalahnya mereka belum dapat tempat yang baru, padahal mereka punya anak istri,” ujarnya.
Dari data yang ada, lanjutnya, kawasan pasar Kelapa II Entrop ditempati oleh 396 masyarakat yang rata-rata menggantungkan hidup dengan berjualan. “Totalnya ada 396 warga yang menempati kawasan ini, sedangkan Pemerintah hanya siapkan 140 pedagang. Ini juga yang sangat disayangkan oleh para warga,” ujarnya.
Pihaknya akan berupaya mendorong DPRD Kota Jayapura untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Kota, sehingga pedagang yang belum mendapat tempat pengganti dapat terbantukan. “Saya akan berupaya berkomunikasi dengan teman-teman di DPRD Kota,” kata Mustakim.
Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jayapura, Dominggus Rumaropen menegaskan pembongkaran tersebut dilakukan dalam rangka penertiban pasar Kelapa Dua Entrop, Jayapura Selatan, dimana sosialisasi secara bertahap telah dijalankan kurang lebih enam bulam.
“Pembongkaran ini sesuai dengan anggaran DAK turun di tahun 2015, khususnya di Dinas Perindagkop Kota Jayapura, itu sudah ada untuk bangun pasar yang baru,” kata Rumaropen saat memimpin langsung pembongkaran tersebut, Selasa (11/08/2015).
Menurutnya, los pasar yang dibongkar sekitar 390 petak yang dibongkar tuk ditertibkan, dan petugas diback up Polres Kota Jayapura, juga Polsek Jayapura Selatan serta Satpol PP. Dikatakan Rumaropen, pihaknya menggunakan dua alat berat tuk meratakan pasara tersebut.
“Khusus di halaman depan pasar, telah dibangun enam petak yang dilakukan Dinas Perindagkop agar mereka ini dapat berdagang ke depan, sedangkan warga lainnya ada yang pindah ke rumah mereka masing-masing dan juga ada yang mencari kos, “ ujarnya.
SELASA, 11 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...