Pasar Tradisional adalah Saingan Terberat Bagi Petshop di Kendari

Abah, pengelola salah satu Petshop di Kendari
KENDARI—Sebagaimana di kota lainnya, komunitas pecinta binatang peliharaan seperti kucing, anjing dan kelinci juga eksis di kota Kendari. Salah satu kebutuhan bagi para pecinta binatang peliharaan adalah tersedianya toko yang menjual kebutuhan binatang peliharaan seperti sabun, shampo, makanan, minuman, vitamin atau aksesori. Selain itu, mereka juga butuh jasa khusus memandikan binatang peliharaan mereka.
Sadar akan kebutuhan ini, beberapa pengusaha muda asli Kendari mencoba menggeluti bisnis Petshop (Toko yang menjual kebutuhan binatang peliharaan). Salah satunya adalah petshop yang berada di Jalan Supu Yusup. Selain menyediakan makanan, minuman, vitamin, shampoo, sabun dan aksesori, petshop ini juga menyediakan jasa memandikan binatang peliharaan. 
Beberapa produk untuk anjing, kucing dan kelinci 
Untuk jasa memandikan binatang peliharaan atau yang lebih dikenal dengan grooming, jasa ini lebih banyak digunakan oleh para pecinta kucing. “Lebih banyak pemilik kucing yang grooming disini, itu pun tidak terlalu banyak” ujar Abah, pengelola salah satu petshop di Kendari. 
Dilihat dari jenis produk yang dijual di petshop ini, nampak bahwa petshop ini digarap dengan serius, Hal ini dibenarkan oleh Abah, hanya saja, menurutnya, pembeli memang belum terlalu banyak. Ada beberapa pelanggan tetap dan ada juga beberapa pembeli yang hanya sesekali datang untuk membeli produk makanan ataupun aksesoris. 
Ketika Cendana News menanyakan tentang persaingan bisnis di bidang ini, Abah mengatakan, tidak ada persaingan dengan sesama pemilik petshop karena sebenarnya pesaing terberat dari bisnis ini adalah pasar tradisional. 
“Kendari kan murah ikan, pemilik kucing lebih banyak memilih memberi makan ikan segar bagi kucing-kucingnya dibandingkan makanan kemasan di petshop,” jelasnya. Abah menjelaskan demikian karena menurut Abah di Kendari lebih banyak yang memelihara kucing lokal daripada kucing ras dan menurutnya, pemilik kucing lokal jarang yang memberi makan makanan kemasan untuk kucing peliharaannya. 
Demikian juga dengan makanan anjing, menurut abah, pesaing petshop bukanlah sesama petshop, tetapi pasar tradisional. 
Pasir wangi. 
“Berbeda dengan di Jawa yang seluruh bagian dari ayam dimakan, kalau di Kendari atau penduduk Sulawesi umumnya, jarang yang doyan kepala dan kaki ayam, makanya di pasar banyak dijual khusus kaki, kepala dan jeroan ayam. Satu tempat kepala dan kaki ayam hanya Rp 10.000, sudah dapat banyak, anjing sudah kenyang. Dibandingkan beli makanan kemasan, untuk yang kiloan saja per kilo Rp 25.000 isinya sedikit.” lanjut Abah.
Tak heran jika banyak pemilik anjing lebih memilih belanja kepala, kaki dan jeroan ayam di pasar tradisional untuk makanan anjing kesayangannya dibandingkan membeli makanan kemasan di petshop.
Melihat keadaan ini, menurut Abah, bukan berarti bisnis ini tidak prospektif, tetap memiliki prospek bagus, hanya saja harus sabar memang mengelolanya agar banyak memiliki pelanggan tetap. Mengenai persaingan dengan pasar tradisional, Abah menjawab dengan bijak, semua ada rezekinya sendiri-sendiri.
KAMIS, 13 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Sari Puspita Ayu
Foto : Sari Puspita Ayu
Editor : Gani Khair
Lihat juga...