Pasca Kebakaran, 700 Kios di Pasar Korem Kendari Kembali Dibangun

Kadir bersama rekan-rekan dari pihak pengelola pasar
KENDARI—Pasar Korem atau yang biasa dikenal dengan Pasar Basah oleh beberapa pedagang di Kendari nampak mulai berbenah setelah mengalami kebakaran pada hari Jumat dini hari (17/8/2015), tepat saat gema takbir menggema menyambut datangnya Idhul Fitri 1436 H lalu. (Baca berita foto : Malam Takbir Kami Mengais Rezeki, Hari Fitri Sudah Ludes Kios Kami!)
Nampak beberapa kios berbahan dasar kayu dan berdinding triplek satu per satu mulai jadi dan digunakan oleh pedagang korban kebakaran. Ditemui Cendana News pada Selasa (11/8/2015), Kadir, salah satu wakil dari pengelola pasar yang ditugaskan memantau proses pembangunan mengatakan bahwa semua biaya pembangunan kios baru ditanggung oleh pengelola, pedagang korban kebakaran sama sekali tidak dimintai dana. 
Hal ini dibenarkan oleh Pak Ilham yang sehari-harinya berjualan pakaian di Pasar Korem, ia menyampaikan bahwa dirinya dan juga pedagang yang lain tidak dimintai uang apapun oleh pihak pengelola, ia hanya ikut membantu proses pembuatan kiosnya. 
Kios dibuat sama seperti semula, berlantai semen, berdinding triplek dan bertiang kayu. “Setelah kios-kios ini jadi pedagang bisa kembali menempati dan berdagang dengan normal,” kata Kadir. 
Kadir juga menjelaskan dari 700 kios yang harus dibangun, baru selesai sekitar 10%. Hal ini dikarenakan terbatasnya tenaga yang dipekerjakan untuk membangun kios, mengenai tenagar kerja, semuanya dari pihak pengelola pasar, pedagang hanya membantu sesuai kesadaran masing-masing.
Ketika Cendana News menyampaikan tentang konstruksi tiang kios yang dibuat sambung satu sama lain dalam jumlah lebih dari 20 kios yang sangat berpotensi ludes habis jika ada sumber api di salah satu kios, Kadir menyampaikan bahwa mengenai hal tersebut sesuai kebijakan dari pengelola, ia sebagai tim pelaksana tidak memiliki wewenang menentukan mengenai bahan maupun bentuk bangunan. 
Kepada Cendana News, Kadir juga menyampaikan, dalam hal pemasangan instalasi listrik, dibuat sangat aman sehingga mengurangi potensi terjadinya arus pendek yang menurutnya seringkali jadi penyebab kebakaran pasar. 
“Pengelola bekerjasama dengan perusahaan jasa pemasangan instalasi listrik, kami berharap dengan memaksimalkan pengamanan pada instalasi listrik, bisa menekan potensi terjadinya kebakaran pasar,” ujarnya.
Kepada pedagang lain, Cendana News mengkonfirmasi tentang bebas biaya dalam proses pembangunan kios korban kebakaran, semua pedagang mengatakan benar, tidak ada pungutan sama sekali. Hanya biaya tahunan seperti biasanya yaitu sebesar Ro 375,000 per tahun untuk kios yang ada di dalam dan Rp 500.000 per tahun untuk kios yang letaknya di depan. 
Biaya tahunan tersebut sudah termasuk biaya listrik, pedagang tidak lagi dimintai biaya listrik walaupun ada lemari pendingin di dalam kiosnya. “Tidak, tidak ada lagi biaya listrik. Iuran tahunan itu sudah termasuk dengan biaya listrik.” jelasnya.
Mengingat pasar korem termasuk pasar tradisional di Kendari yang sering mengalami kebakaran, Kadir menyampaikan bahwa tidak benar isu yang beredar bahwa ada unsur kesengajaan karena adanya rencana pemindahan pedagang, buktinya sampai sekarang pasar ini masih ada dan setiap terjadi kebakaran, kami sebagai pengelola bertanggung jawab tanpa membebani pedagang sepeser pun. Demikian Kadir menjelaskan diakhir percakapan dengan Cendana News. 

SELASA, 11 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Gani Khair
Foto : Gani Khair
Editor : Sari Puspita Ayu
Foto selengkapnya yang berhasil dihimpun Cendana News. 
Pak Ilham bersama istri didepan kios miliknya

sisa kebakaran masih bisa terlihat di salah satu sudut pasar

Kios belum jadi pun sudah harus berjualan

Konstruksi kayu yang sangat rawan ludes jika muncul api 

Lantai semen
Menunggu giliran untuk mendapatkan atap, sementara menggunakan terpal
Lihat juga...