Pasca Pembongkaran, Warga Kampung Pulo Tagih Janji Jokowi

JAKARTA — Hari ini menjadi hari yang takkan dilupakan warga kampung pulo, Jatinegara.  Mereka kehilangan tempat berteduh untuk selamanya.
Anak-anak terancam tidak bisa sekolah esok hari, kaum pria dan wanita tidak bisa bekerja, dan yang menyedihkan adalah mereka semua korban janji-janji penguasa saat kampanye.
Atep, warga asli kelahiran kampung pulo 42 tahun yang lalu menyatakan kesedihan sekaligus kekecewaannya atas penggusuran ini.
“Rencana pembongkaran memang sudah diberitahukan sebelumnya, tapi yang jadi masalah sekarang adalah mana janji-janji Pak Jokowi dulu bahwa sampai pohon pisang pun akan diganti,”ujar Atep kepada Cendana News dilokasi puing-puing sisa pembongkaran kampung pulo pada Kamis (20/08/2015).
Pembongkaran yang diwarnai bentrokan hebat antara warga dan aparat sejak pagi sekarang sudah reda. Tinggal warga yang dengan wajah sedih dan hati kecewa mengumpulkan sisa-sisa puing rumah yang bisa dijadikan uang sebagai penyambung hidup.
Rencana normalisasi kali ciliwung yang membelah kampung pulo sebenarnya bisa ditangani dengan baik tanpa bentrokan yang memakan korban kurang lebih 20 orang warga luka-luka.
Ipung,  warga kampung pulo lainnya menyuarakan nada yang sama dengan Atep.
“Saat menjabat Gubernur, Pak Jokowi berjanji kandang ayampun akan diganti.  Tapi begitu jadi Presiden beliau lupa akan semua janjinya,” urai Ipung geram.
Nasi sudah menjadi bubur, pembongkaran sudah dilakukan, korban sudah berjatuhan, dan saatnya pemerintah membuka mata, hati, dan telinga. Masyarakat kampung pulo adalah warga DKI serta warga negara yang sah sehingga perlu diperhatikan nasib kedepannya pasca pembongkaran hari ini.
Jika janji sudah tidak bisa dipegang oleh rakyat,  maka bagaimana penguasa dapat dipercaya untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Harapan Atep dan Ipung kedepannya ganti rugi bisa direalisasikan karena seluruh aset mereka sudah lenyap dibongkar aparat.
“Limaratus ribu juga tidak masalah, karena kami sudah tidak punya apa-apa sekarang, kami sudah pasrah,” kata Atep yang diikuti anggukan pelan Ipung.

KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...