Pasokan Daging Sapi di Nusa Tenggara Barat Masih Aman

Warga nampak sedang berbelanjan di pasar Tradisonal Mandalika Kota Mataram
MATARAM — Di tengah hiruk pikuk di sejumlah daerah akan mahalnya harga dan kelangkaan daging sapi, di Nusa Tenggara Barat (NTB) justru tetap aman dan masih tetap stabil.
“Kebutuhan daging kita di NTB sampai sekarang aman-aman saja, tidak ada kelangkaan, karena memang stok daging tetap aman, kita malah melakukan distribusi ke sejumlah daerah, beberapa di antaranya, Jawa Barat, Kalimantan, Sumatra dan beberapa daerah lain, jumlahnya ada sekitar delapan provinsi yang memasok daging sapi dari NTB” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Budi Septiani, Kamis (13/8/2015).
Septiani menyebutkan, sebagai salah satu daerah penghasil dan penyuplai ternak dan daging sapi terbesar di Indonesia, masalah daging di NTB tidak pernah ada masalah, justru NTB semenjak tahun 2011 malah mengalami swasembada sapi.
Data sesuai populasi dan kajian teknis dari Perguruan Tinggi (PT), dari populasi yang dimilki 60 persen betina produktif, untuk populasi jumlahnya mencapai 1 juta tiga belas ribu sekian, sementara kuota untuk sapi bibit mencapai sepuluh ribu dengan potensi 35 ribu tapi yang kita keluarkan 10 ribu.
“Untuk sapi potong sendiri persedian yang kita miliki mencapai 119 ribu tapi yang kita keluarkan 34 ribu, hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi lokal, sehingga kita alhamdulillah, kalau provinsi lain bermasalah soal daging, NTB aman-aman saja, harga juga stabil,” ungkapnya.
Lebih lanjut Septiani menambahkan, Pemda NTB sampai saat ini juga meski disodorkan pemerintah pusat anggaran untuk melakukan impor daging maupun bibit sapi selalu ditolak, sebab NTB sejak dulu telah ditetapkan sebagai daerah bebas penyakit.
Kemarin ada kebijakan untuk memasukkan sapi dan kerbau indukan, tapi kita tolak dan telah bersurat secara langsung ke Kementerian untuk mengembalikan kerbau indukan luar dan meminta anggaran dana tersebut digunakan untuk membeli bibit kerbau lokal.
“Bagi saya pada prinsipnya, terkait harga daging sapi, kalau kemudian kenaikan tersebut berdampak positif bagi peternak itu tidak masalah dan justru sangat bagus, tapi kalau kenaikannya ditingkat perantara itu yang akan kita potong,” katanya.
KAMIS, 13 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...