Pedagang Kerak Telor khas Betawi Berbagi Resep Bumbu Rahasia

JAKARTA — Belum bisa mengaku orang Jakarta jika belum pernah merasakan pangan khas Betawi bernama Kerak Telur.
Kita dapat menemukan para pedagang kerak telur di sekitar Monas, Ragunan, pasar baru, serta acara-acara khusus yang diadakan masyarakat Betawi. Dan biasanya kerak telur disajikan bersama Asinan Jakarta yang gurih.
Keunikan kerak telur ada pada cara memasaknya. Karena saat adonan kerak telur setengah matang dan menempel di wajan,  maka wajan cekung tersebut dibalik sehingga kerak telur yang masih setengah matang tersebut menghadap ke bara api sampai matang dan renyah.
Salim, seorang pedagang kerak telur membagikan sedikit ramuan rahasia pembuatan kerak telur betawi kepada Cendana News.
“Bahan dasarnya ketan putih, telur ayam negeri atau kampung atau bebek, dan bawang merah goreng. Tambahan bumbu penyedap rahasia yang sudah digiling halus antara lain cabe merah, kencur, jahe, garam, gula pasir, merica, dan kelapa sangrai. Itu semua dicampur, lalu dimasak, urai Salim.
Perihal membalikkan wajan cekung maka Salim tersenyum lebar. Ia mengatakan itulah rahasia kerenyahan rasa kerak telur khas Betawi.
Dengan merogoh kocek sebesar 15,000 rupiah maka pembeli sudah bisa menikmati rasa dahsyat kerak telur khas Betawi. Jika pembeli ingin merasakan sensasi rasa yang berbeda, maka telur ayam bisa diganti telur bebek.
“Tapi kalo telor bebek ane naekin lima rebu bang, jadinye duapuluh rebu,”tambah Salim dengan dialek betawi yang kental.


SABTU, 29 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...