Pemadaman Listrik Berjam-jam Dikeluhkan Warga Lampung

 Pengrajin furniture terpaksa bekerja dengan alat manual tanpa listrik akibat pemadaman listrik PLN
LAMPUNG — Pemadaman listrik oleh PLN yang terjadi sejak pagi hingga siang dibeberapa kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan dikeluhkan oleh masyarakat. Bahkan warga Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Penengahan dengan beberapa desa lainnya menyebutkan pemadaman terjadi sejak pukul 08:00 WIB hingga mendekati pukul 10:30 WIB ini.
Pemadaman listrik oleh PLN tanpa kenal waktu dan pemberitahuan sebelumnya membuat pekerjaan warga terbengkelai, terutama yang harus menggunakan listrik. Seperti dialami oleh Mahmud (42) yang sehari hari menjadi tukang kayu untuk pembuatan furniture.
“Pemotongan serta pengerjaan kayu untuk membuat mebel dan furniture harus memakai listrik, bagaimana bekerja jika dari pagi sampai siang belum menyala listriknya,” keluh Mahmud kepada Cendana News, Rabu (05/07/2015).
Disebutkan, silakan saja PLN melakukan pemadaman listrik tapi jangan pada jam kerja dan sebaiknya ada pemberitahuan terlebih dahulu. Kecuali pada saat cuaca buruk atau hujan deras sehingga masyarakat bisa memaklumi.
“Pemadaman  listrik tersebut justru bagusnya saat malam hari pas jam tidur, jangan saat masyarakat bekerja, apalagi zaman sekarang pekerjaan banyak memakai listrik,”keluhnya.
Pemadaman listrik tersebut juga diakui oleh Mukmin (30) seorang pegawai di warung fotocopy serta pencetakan foto. Akibat dari pemadaman ini, ia sangat dirugikan karena tidak bisa bekerja akibat komputer dan mesin fotocopy tidak bisa dioperasikan.
“Kerja pakai komputer, jadi tidak bisa kerja, banyak pelanggan yang urung ke sini dan pastinya mengurangi omzet saya hingga ratusan ribu dari pagi sampai sekarang,” kata pria yang kesehariannya menerima jasa fotocopy dan pencetakan foto tersebut.
Hal senada diungkap warga lain, Aminah  (41). Pemadaman listrik oleh PLN dilakukan akhir-akhir ini tanpa pemberitahuan. Waktu pemadaman pun tidak dapat dipastikan termasuk berapa lamanya.
Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh pihak PLN membuat ia dirugikan karena pekerjaan rumah jadi terbengkalai dan menumpuk.
“Cucian menumpuk, air habis dan anak rewel karena listrik mati,” ujar ibu rumah tangga itu. 
Sementara itu dari pantauan Cendana News beberapa toko waralaba dan perusahaan perbankan menghidupkan jenset untuk mendukung aktifitas yang menggunakan listrik.


RABU, 05 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...