Pembongkaran Pasar Entrop Jayapura Paksa Pedagang Mengungsi

Penggusuran pasar Kelapa II Entrop, Kota Jayapura
JAYAPURA — Kurang lebih 400 jiwa warga yang menempati pasar Kelapa II Entrop, Kota Jayapura terpaksa mengungsi ke tempat lain, lantaran pasar tersebut akan direnovasi oleh Pemerintah Kota melalui anggaran Pemerintah Pusat.
Ratna (55), salah satu pengusaha dibidang jahit menjahit sejak tahun 2000 hingga kini, dengan berat hati harus mencari rumah sewa ke tempat lain. Meski sudah dua bulan lebih diberitahu kepada mereka, namun ia bersama keluarga bingung, karena belum ada kejelasan dari pemerintah setempat, kemana mereka akan pergi atau ditempatkan ke lokasi mana.
“Saya tahu tadi ada rapat soal ini, tapi kenapa tiba-tiba dibongkar mendadak hari ini. Saya tidak tau mau kemana lagi,” kata Ratna, Di Jayapura, Selasa (11/08/2015).
Menurut Ratna, ia memiliki tempat usaha jahit di salah satu los pasar dengan ukuran 3 x 3, dan biaya sewa perbulan Rp 600 ribu ke pada salah satu pemilik lahan. Pembongkaran ini membuat trauma bagi dia dan keluarganya.
“Saya sudah lebih dari 14 tahun usaha menjahit, dan hidupi keluarga saya. Terus ini bagaimana, saya harus cari kos di tempat lain. Terus, mesin jahit saya harus dibawa kemana?”ujarnya.
Dirinya berharap ada campur tangan pemerintah setempat terkait lokasi baru kepada para pedagang-pedagang yang kini telah digusur. 
“Saya hanya bisa pasrah, kalau memang pemerintah tidak melihat kami. Ya… mau dibilang apalagi, saya kan disini hanya perantau saja, di usir sana sini, sangat wajar. Mudah-mudahan pemerintah ada rasa kemanusian melihat kami,” keluhnya dengan mata berkaca-kaca.
Dilokasi yang sama, Baiti (23), pedagang pakaian pada salah satu lapak di pasar Kelapa II Entrop yang kini digusur, mengaku kesal dengan tindakan secara mendadak yang dilakukan pemerintah setempat.
“Saya sudah tiga kali menghadap untuk meminta satu los di tempat yang sudah disediakan Dinas Perindagkop, tapi tidak ada jawaban sama sekali, sampai pasar ini sudah digusur,” kata Baiti.
Ia mengaku tidak ada rumah dilokasi lain, jadi dirinya berjualan sekaligus sebagai menempati tempat jualannya sebagai tempat tinggal bersama keluarga.
“Sakit sekali hatiku, ini mau pindah kemana lagi, saya tidak punya rumah ditempat lain, suami saya kerja buruh, saya jual pakaian. Terus ini dibongkar, dagangan saya ada sebagaian tidak bisa saya selamatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jayapura, Dominggus Rumaropen menegaskan pembongkaran ini dilakukan dalam rangka penertiban pasar Kelapa Dua Entrop, Jayapura Selatan, dimana sosialisasi secara bertahap telah dijalankan kurang lebih enam bulan.
“Pembongkaran ini sesuai dengan anggaran DAK turun di tahun 2015, khususnya di Dinas Perindagkop Kota Jayapura, itu sudah ada untuk bangun pasar yang baru, sesuai rencana pasar ini akan diresmikan langsung oleh Presiden pada bulan Desember atau Januari 2016,” kata Rumaropen saat memimpin langsung pembongkaran tersebut, Selasa (11/08/2015).
Disebutkan, pembongkaran sekitar 390 petak dengan menggunakan dua alat berat tersebut dikawal personil dari Polres Kota Jayapura sebanyak 3 pleton, Polsek Jayapura Selatan serta 38 personil Satpol PP.
“Suka atau tidak suka, lokasi itu harus dibersihkan. Jika tak ditertibkan  anggaran dari pusat akan ditarik kembali, lantaran tak dipergunakan,”sebutnya.
Khusus di halaman depan pasar, telah dibangun enam petak yang dilakukan Dinas Perindagkop agar pedagang dapat berdagang ke depan, sedangkan warga lainnya ada yang pindah ke rumah mereka masing-masing dan juga ada yang mencari kos.

SELASA, 11 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...