Pemda NTB akan Atasi Kekeringan Lahan Pertanian dengan Hujan Buatan

MATARAM — Untuk mengatasi masalah kekeringan di lokasi yang sudah sangat mengkhawatirkan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dibantu Kementerian Pertanian (Kementan) akan membuat hujan buatan menggunakan helikopter.
“Kekeringan di sejumlah titik yang kondisi kekeringannya sudah sangat parah, akan dilakukan melalui hujan buatan menggunakan helikopter atas bantuan Kementan, yang nantinya diharapkan bisa mengatasi masalah kekeringan lahan pertanian yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten NTB,” kata Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi di Mataram, Selasa (18/8/2015).
Fauzi mengatakan, lahan pertanian yang mengalami kekeringan dan akan dibuatkan hujan buatan antara lain sebanyak 45 titik, di mana tiga di antaranya termasuk titik paling terparah dan diprediksi tidak akan hujan sampai 130 hari kedepan.
Ketiga titik tersebut antara lain di wilayah Paliobelo, Kabupaten Bima, Kecamatan Ree dan Moyo Kabupaten Sumbawa, informasi tersebut di peroleh langsung dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB, sedangkan dari 45 titik kekeringan tersebut, Kota Bima dan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) termasuk masih aman.
“Terkait program mengatasi masalah kekeringan melalui hujan buatan yang akan dilakukan, Pemda sendiri telah mengirimkan surat ke Kementan dan anggarannya memang semua dari pemerintah pusat, dimana total anggaran untuk keseluruhan daerah di Indonesia, jumlahnya mencapai 200 miliar,” katanya.
SELASA, 18 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...