Pemerintah Juga Berkontribusi Sebabkan Kerusakan Lingkungan

Hutan produksi [ilustrasi]


MATARAM — Kerusakan lingkungan alam dan keanekaragaman hayati lain yang terjadi dan berlangsung di tengah masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak saja semata disebabkan oleh ulah tangan warga yang tidak memahami akan pentingnya menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan
“Pemerintah juga berkontribusi besar dan paling bertanggung jawab, atas terjadinya kerusakan lingkungan sekitar, atas nama pembangunan”kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB, Murdani di Mataram, Kamis (20/8/2015).
Dikatakan, Kerusakan yang ditimbulkan akibat pembangunan sarana fisik yang membabi buta justru dampaknya lebih besar dan akan berlanjut dalam jangka panjang, karena sifatnya permanen dan tidak bisa diperbaiki, daripada kerusakan lingkungan akibat ulah masyarakat.
Menurut Murdani, sekarang ini laju pembangunan seakan berlangsung membabi buta, tanpa pengendalian, sebagian besar lahan-lahan pertanian milik petani sudah banyak dijejali bangunan gedung dan pertokoan, tidak terkecuali lahan hutan dan pantai yang banyak dieksploitasi Pemda berdasarkan kepentingan matrialistik semata.
“Harus ada kebijakan yang mengendalikan, bukan malah menambah kerusakan lingkungan, pemda juga diharapkan tidak sewenang-wenang mengeluarkan izin mendirikan bangunan bagi para pengembang, baik di kawasan perkotaan, hutan maupun pantai yang bisa memperparah kerusakan lingkungan, jangan kemudian atas nama pembangunan kelestarian lingkungan diabaikan,”sebutnya.
KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...