Pemilukada Kota Surabaya Resmi Mundur Hingga 2017

SURABAYA — Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Surabaya 2015 yang sejatinya akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 resmi dibatalkan dan diundur hingga 2017 nanti. Hal tersebut menyusul pendaftaran bakal calon hanya diikuti satu pasangan, Tri Risma Harini dan Whisnu Sakti Buana.
Sebelumnya, pasangan bakal calon, Dhimam Abror Djuraid dan Haries Purwoko yang diusung PAN dan Demokrat batal maju. Pasalnya, saat verifikasi berkas berlangsung, tiba-tiba Haries Purwoko meninggalkan gedung KPU Surabaya. Verifikasi berkas memerlukan tanda tangan kedua calon tersebut, jika salah satu tidak menandatangani maka dinyatakan batal mendaftar.
Pasangan ini datang di detik-detik terakhir sebelum penutupan pendaftaran. Menurut jadwal, pukul 16.00 WIB penutupan pendaftaran dilakukan. Pasangan calon ini datang dan mendaftar di KPU Surabaya pada pukul 15.55 WIB diiringi oleh pendukungnya sambil sholawatan didepan kantor KPU Surabaya.
Komisioner KPU Surabaya Bidang Hukum, Pengawasan, SDM dan Organisasi, Purnomo Satriyo mengatakan, berdasarkan Surat Edaran (SE) nomor 402 tentang pendaftaran calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diajukan, parpol wajib melengkapi atau memenuhi syarat pencalonan yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada Pasal 52 ayat 1 PKPU Nomor 12 Tahun 2015.
“Artinya jika persyaratan tidak lengkap maka berkas pasangan calon tidak diterima. Yang terjadi, sampai batas waktu pendaftaran hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar,” Jelasnya di kantor KPUD Surabaya, Selasa (4/8).
Pendaftaran ditutup pada jam 16.00 WIB, untuk verifikasi berkas hingga 23.59 WIB. Hingga pukul 23.59 WIB, Haries Purwoko tidak kembali ke KPU. Kabar terakhir Haries Purwoko mengatakan tidak akan kembali dan mengundurkan diri sebagai calon wakil walikota Surabaya berpasangan dengan Dhimam Abror Djuraid.
Alasannya Ketua Pemuda Pancasila ini tidak mau dianggap sebagai calon boneka dan mundur karena mendapat telepon dari sang ibu yang melarangnya maju dalam Pemilukada Surabaya 2015. Dengan tidak hadirnya Haries Purwoko artinya berkas yang harus ditanda tangani tidak lengkap.
“Nanti akan ada pleno oleh KPU Surabaya. Kalau sesuai dengan PKPU nomor 12 tahun 2015 jika hanya ada satu pasang calon maka ditunda sampai tahun 2017,” sebutnya.

SELASA, 04 Agustus 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...