Pemko Padang Lanjutkan Pembangunan Tiga Pasar Tradisional

PADANG — Pemerintah Kota Padang kembali melanjutkan pengerjaan tiga pasar yang sebelumnya telah dimulai pada era walikota sebelumnya yang sempat tertunda. Ketiga lokasi tersebut yakni Pasar Inpres II dan IV serta pasar Lubuk Buaya yang beberapa waktu lalu terbakar.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben), Hendrizal Azhar menyebutkan, untuk Pasar Inpres IV telah dimulai penggalian lubang bakal tiang sejak tiga pekan lalu.
“Pasar Inpres II sudah serah terima lapangan pada 17 Agustus kemarin, dan kemarin dilakukan pemagaran lokasi. Sedangkan Pasar Lubuk Buaya yang sudah ditenderkan, hari ini sudah dapat dilaksanakan pembangunannya,”katanya di Padang, Rabu (19/08/2015).
Menurut Hendrizal, pembangunan Pasar Inpres II akhir tahun 2015 ini melalui APBD dengan pagu sebesar Rp 24 milyar sedangkan kontraknya Rp 21,974 milyar. Maka pedagang yang masih menempati penampungan sementara di luar, pada awal 2016 nanti bisa pindah ke Pasar Inpres I dan II. Sehingga kawasan ini lebih optimal dimanfaatkan.
Sejalan dengan itu, kata Hendrizal, untuk pembangunan Pasar Inpres IV dialokasikan dana tugas pembantuan sebesar Rp 7,5 milyar, nilainya kontraknya Rp 6,295 milyar. Di 2016 nanti ditargetkan selesai.
“Ini akan lebih memberi kenyamanan kepada pedagang dan pengunjung karena para PKL akan lebih mudah diatur sehingga kesemrawutan bisa dieleminir,”ujarnya.
Begitu juga dengan pembangunan Pasar Lubuk Buaya dengan anggaran Rp 1,7 milyar. Hendrizal mengatakan, pembangunannya segera dimulai karena masa sanggahnya berakhir kemarin.
Terkait pemberitaan ada pihak yang menyebut proyek pembangunan Pasar Inpres II dan IV sama sekali belum jalan, Hendrizal menampik dan minta warga masyarakat untuk melihat sendiri.
“Itu penilaian keliru. Silahkan lihat ke lapangan. Kami sering rapat marathon agar pembangunan ini segera terlaksana. Juga berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, khususnya DPRD Kota Padang,” pungkasnya.
RABU, 19 Agustus 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...