Pemkot Malang Segera Revitalisasi Pasar Tradisional Oro-oro Dowo

MALANG — Rencana Pemerintah Kota Malang untuk merevitalisasi Pasar Oro-oro Dowo nampaknya akan segera terlaksana.  Saat ini tengah dikerjakan pembangunan tempat relokasi pedagang untuk berjualan sementara selama pasar Oro-oro dowo di renovasi.
Endang selaku pengelola pasar Oro-oro dowo menjelaskan, revitalisasi pembangunan pasar Oro-oro Dowo merupakan program kementerian melalui Dinas Perindustrian dan Perdaganga (Disperindag) dan Dinas Pasar Kota Malang.

“Pasar Oro-oro Dowo akan dibangun menjadi pasar rakyat modern yang bersih, rapi dan juga sehat yang nantinya akan dijadikan pasar percontohan untuk 27 pasar yang ada di kota Malang,”sebutnya di Malang, Kamis (27/08/2015).
Berdasarkan rencana semula, pasar Oro-oro dowo tetap satu lantai namun terdapat penambahan fasilitas seperti tempat ibu menyusui, rest area untuk para suami yang mengantar istrinya, tempat cuci tangan dan infastruktur lain yang dibutuhkan.
Namun begitu, Endang mengaku tidak semua bangunan Oro-oro Dowo di ubah. “Bangunan bagian depan dari pasar ini tetap dan tidak akan dirubah, karena menurut para pedagang bangunan tersebut merupakan bangunan Belanda yang menjadi kebanggaan para pedagang,” ujar Endang.
Selama renovasi pasar Oro-oro Dowo berlangsung, para pedagang ini akan menempati tempat berjualan sementara berbentuk semi permanen yang terbuat dari kayu dan triplek. Berdasarkan kesepakatan dari 180 pedagang, Lokasi tempat berjualan sementara terletak tidak jauh dari pasar Oro-oro Dowo yaitu di pinggir jalan Muria dan jalan Guntur.
Para pedagang diberi waktu selama sembilan hari untuk segera mengosongkan tempat berjualannya yang sekarang untuk pindah ke tempat relokasi yang sudah disediakan terhitung mulai tanggal 1 September 2015. 
“Pembangunan pasar Oro-oro dowo direncanakan berlangsung selama empat bulan setelah para pedagang mengosongkan pasar ini. Untung-untung kalau pembangunannya bisa selesai kurang dari empat bulan,”imbuhnya.

Endang mengatakan, dana untuk renovasi pembangunan pasar Oro-oro Dowo merupakan dana bantuan Kementerian Perdagangan sebanyak tujuh milyar Rupiah.
“Berdasarkan rapat dengan perwakilan pedagang, kepala dinas pasar, kepala Disperindag dan saya sebagai pengelola pasar Oro-oro Dowo disepakati bahwasannya setelah renovasi pasar selesai, para pedagang akan kembali ketempat berjualannya masing-masing tanpa dikenakan biaya,” ucapnya.
Selain itu, Endang juga menegaskan bahwa berdasarkan kesepakatan tidak akan ada penambahan jumlah petak, los dan juga jumlah pedagang.
Endang bersyukur karena semua pedagang setuju dan mendukung dengan rencana revitalisasi pasar Oro-oro Dowo untuk dijadikan pasar percontohan.

Endang menuturkan bahwa pembeli yang datang ke pasar Oro-oro dowo kebanyakan dari kalangan menengah keatas. Endang juga mengaku harga-harga di pasar Oro-oro dowo sedikit mahal di banding harga di pasar yang lain, tetapi selisih harganya tidak terpaut jauh yaitu sekitar seribu hingga seribu lima ratus Rupiah.

Adanya selisih harga ini disebabkan karena kualitas barang yang ada di pasar Oro-oro Dowo berkualitas nomor satu, jauh jika dibandingkan dengan pasar yang lainnya.
“Kalau di pasar lain, yang tersedia biasanya hanya ayam yang sudah di potong, tapi kalau di pasar ini pembeli bisa memilih sendiri ayam hidup sebelum nantinya dipotong dan Pasar Oro-oro dowo satu-satunya pasar yang memiliki rumah potong ayam kampung maupun ayam potong,” ujarnya. 
Kualitas sayurannya pun tidak kalah dengan sayur yang ada di Supermarket, begitu pula dengan ikan segar. Bahkan udang yang dijual disinipun masih hidup, sehingga benar-benar segar.
Endang berharap, dengan diadakannya revitalisasi pasar ini ditambah dengan kwalitas barang yang bagus, pembeli di pasar Oro-oro dowo bisa semakin banyak sehingga pasar Oro-oro dowo tidak pernah sepi dari pembeli.

KAMIS, 27 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...