Pemprov Kaltim Bantu Bibit Padi untuk Lahan Gagal Panen

Pangdam panen padi bersama petani gunung Binjai Balikpapan
BALIKPAPAN — Lebih kurang 200 hektar lahan sawah padi yang mengalami gagal panen di Kalamintan Timur akan mendapatkan bantuan bibit dari Pemerintah Provinsi. Bibit tersebut akan diserahkan pada masa tanam kedua saat turun hujan.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Provinsi Kalimantan Timur, Ibrahim menyebutkan, meski pernggantian bibit tersebut diprogramkan dari pusat, namun pemerintah tetap melakukan antisipasi dengan anggaran bersumber dari APBD. Dan setiap 1 hektar sawah diberikan 10 Kg Bibit.
“Penggantian bibit ini memang ada programnya dari pemerintah pusat, tapi kami juga mengantisipasi penyediaan dana dari APBD. Kisaran harga 1 Kg bibit itu Rp.6.000,” jelasnya, Kamis (06/08/2015).
Disebutkan, gagal panen yang terjadi di 200 hektar sawah tersebut disebabkan karena kekeringan akibat musim kemarau serta belum terpenuhinya sistim irigasi.
Namun kekeringan yang terjadi di Kalimantan Timur tidak separah di Jawa. Meskipun 200 hektar dilaporkan gagal panen, Ibrahim mengatakan masih ada 500 hektar padi sawah di Kabupaten Berau yang akan panen pada 12 Agustus nanti. 
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, tahun ini Pemprov Kaltim membangun saluran irigasi tersier seluas 24.000 hektare dengan dana pembangunan APBN. Saat ini dana pembangunan tersebut telah disalurkan kepada petani dan sebagian mulai melaksanakan pembangunan. 
“Sebagian lagi masih dalam proses pembangunan, kurang lebih sudah 60 persen yang sudah terbangun. Kami bekerjasama dengan TNI untuk membangun saluran irigasi tersier ini,” ucap Ibrahim, Kamis (6/8/2015). 
Ia berharap dengan pembangunan irigasi tersier, dapat mendongkrak pertumbuhan produksi padi di Kaltim hingga 5 persen sepanjang tahun. Peningkatan produksi padi pun diharapkan mencapai 5,5 ton per hektare. 
Selama 2014, produksi padi di seluruh sentra pertanian Kaltim hanya mencapai 275.704 ton dari total kebutuhan konsumsi penduduk yang mencapai 384.183 ton. 
Adapun daerah produksi padi sawah yang besar itu ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara (PPU), Berau, Kutai Timur dan Kutai Barat. Berdasarkan data dari BPS, produksi padi Kaltim saat ini baru mencapai 4,06 ton per hektare. 
Di tempat yang berbeda saat Panen Perdana petani Gunung Binjai di Balikpapan, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastomo mengungkapkan, keterlibatan TNI dalam penanaman padi ini bagian Bertekad sukses program presiden ketahanan dan kemandirian pangan dalam 4 tahun kedepan.
“Di Balikpapan meski lahannya sempit tapi dengan sinergitas luar biasa hasilnya sangat memuaskan,” tandasnya. 
Kodam Mulawarman katanya terlibat langsung dalam pembukaan lahan tidur menjadi produktif untuk pertanian padi. Termasuk membantu pembuatan irigasi, pendampingan pembinaan gapoktan bersama Dinas Pertanian atau Balai Pertanian Kaltim di kawasan Gunung Binjai.
Pangdam juga menyebutkan pada masa tanam pertama, penanaman padi dan hasilnya di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur sangat baik.
“Namun pada masa tanam kedua ini ada kendala ancaman kekeringan. Data yang kita himpun kekeringan di Kalimantan Timur mencapai luasan 80 Hektar dan Kalimantan Selatan 55 hektar, ” tambahnya.
KAMIS, 06 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...