Penanganan Kekeringan Diminta Lebih Fokus Pada Kebutuhan Air Bersih Warga

MATARAM — Penanganan masalah kekeringan yang telah berlansung dalam beberapa bulan terahir di beberapa titik Kabupaten Kota Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Kabupaten Lombok Timur bagian selatan, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima dan Dompu diminta lebih terfokus pada pemenuhan kebutuhan warga akan air bersih.
“Saya minta penanganan masalah kekeringan sebaiknya lebih difokuskan pada pemenuhan warga akan air bersih daripada penyelamatan ribuan hektar lahan pertanian yang terancam mati dan terkena puso, karena bagaimanapun keselamatan warga dari kekeringan karena ketiadaan air tentunya lebih penting dan menjadi atensi khusus dari Pemda NTB” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Muhammad Nur di Mataram, Senin (31/8/2015).
Muhammad Nur mengatakan, penyelamatan terhadap ribuan hektar lahan pertanian yang terancam mati dan ratusan di antaranya telah terkena puso akibat kekeringan dan kemarau panjang bukannya tidak penting, karena merupakan kebutuhan hidup warga juga, tapi dengan kondisi warga di daerah yang sudah biasa menjadi langganan kekeringan sekarang, tentunya harus lebih diperhatikan.
Sebelumnya, untuk mengantisipasi masalah kekeringan yang terus bertambah meluas akibat kemarau panjang yang sudah berlansung semenjak beberapa bulan terahir, Pemda NTB dibantu Kementerian Pertanian (Kementan) akan membuat hujan buatan menggunakan helikopter di sejumlah titik yang kondisi kekeringannya sudah sangat menghawatirkan.
Jumlah titik lahan pertanian yang mengalami kekeringan dan akan dibuatkan hujan buatan antara lain sebanyak 45 titik, di mana tiga titik di antaranya termasuk titik paling terparah antara lain Paliobelo, Kabupaten Bima, Kecamatan Ree dan Moyo Kabupaten Sumbawa.
Luas lahan pertanian padi yang tekena puso hingga bulan Desember sendiri mencapai empat ribu hektar dan jumlah tersebut dipastikan akan bertambah luas hingga beberapa bulan ke depan, mengingat berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB puncak kekeringan akan terjadi dan berlansung hingga bulan Desember mendatang.
SENIN, 31 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...