Pencarian Trigana Air, Basarnas Terjunkan Regu Berkemampuan Khusus

Tim BASARNAS sedang melihat hasil pencarian dari Tim Udara
JAYAPURA –– Regu berkemampuan khusus berjumlah 12 personil didatangkan Badan SAR Nasional (Basarnas)  dari Jakarta. Penambahan regu ini, dikarenakan medan koordinat pesawat sangat sulit.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo menuturkan, regu tersebut berisi 10 orang dan dua operator alat yang akan membantu tim lainnya. Penambahan regu ini mengingat medan Papua yang sulit dan dibutuhkan regu khusus untuk mengatasinya.
Menurutnya, proses pencarian hari pertama, pihaknya turunkan dua tim yaitu unsur darat dan udara yang terdiri dari unsur gabungan. Personil yang diturunkan berjumlah 50 orang untuk menelusuri jalan darat.
“Basarnas juga menyiagakan Heli Bell 212 milik PT  Freeport Indonesia yang di Oksibil, selain itu ada 11 jenis pesawat yang juga dikerahkan dalam pencarian ini, diantaranya ada 3 jenis pesawat dari Trigana, Hercules dari TNI AU, dua helicopter dari TNI AD, 2 jenis pesawat milik AMA,  heli milik Freeport Indonesia dan satu pesawat milik Susi Air,” kata Soelistyo, Senin (17/08/2015).
Pihaknya telah pastikan bahwa keakuratan lokasi dipastikan 98 persen dari koordinat yang telah ditemukan. Bantuan sejumlah maskapai penerbangan untuk lakukan tugas evakuasi, menurutnya sudah cukup.
“Total kekuatan personil yang kita turunkan ada 266 personil gabungan TNI Polri, termasuk DVI,” ujarnya.
Proses pencarian hari pertama ini, lanjutnya, terhenti karena faktor cuaca, bukan hal lain dan akan dilanjutkan Selasa (18/08/2015) esok pagi. Prioritas dalam pencarian ini, menurutnya, adalah Heli Bell milik PT Freeport Indonesia bisa melakukan searching dan konfirmasi dengan impact point koordinat yang dituju.
“Heli Bell milik Freeport juga membawa tim rescue dalam pencarian ini. Tim ini nantinya akan menggunakan teknik rapling untuk meyakinkan lokasi yang dimaksud. Selain itu, tim akan menyiapkan lokasi heli ped,” katanya.
Pihaknya terus berharap tim dari unsur darat dan udara bekerja sama melakukan tugas yang sama degan melakukan metode yang sedikit berbeda, sehingga  operasi dapat segera dituntaskan.
“Sasaran operasi pencarian Trigana adalah evakuasi korban, lalu mencari black box dan mengambil dokumentasi sebaran bagian pesawat untuk dilakukan investigasi. Karena ketinggian lokasi jatuhnya pesawat ini sekitar 8500 kaki, maka sangat berpengaruh dari tipisnya oksigen  dan terbatasnya kemampuan fisik rescuer di lapangan,” tuturnya.
SENIN, 17 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...