Pengedar Ganja di Wamena, Jayawijaya Ditangkap Polisi

Paketan Ganja Kering [Ilustrasi]
JAYAPURA — Seorang mahasiswa universitas swatsa di Wamena, Kabupaten Jayawijaya berinisial JN (23) ditangkap aparat kepolisian. Dirumah pelaku polisi menemukan 30 bungkus paket kecil dan 2 bungkus paket besar ganja kering siap edar.
Dari data yang dihimpun Cendana News, Berbekal pengembangan polisi dari informasi masyarakat, pelaku JN yang kini sebagai mahasiswa semester 5 harus mendekam di rutan Polres Jayawijaya karena kedapatan memiliki narkoba saat polisi menggerebek rumahnya sekitar pukul 00.30 wit, Minggu (02/08/2015) malam.
AKBP Sem Roni TH Abaa
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jayawijaya, AKBP Sem Roni TH Abaa membenarkan penangkapan terhadap salah satu mahasiswa berinisial JN bersama barang bukti senilai Rp.13 jutaan.
“TKP nya di rumah JN, gang kalelawar jalan trikora, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Paket ganja 32 bungkus itu kalau dinilai, harganya berkisar Rp 13 jutaan,” kata Rony via seluler, Minggu (02/08/2015).
Selain status mahasiswa, lanjutnya, pelaku JN juga bekerja pada salah satu maskapai penerbangan di Wamena. Hal tersebut tidak terlepas dari penjagaan dan dan memperketat pengawasan di bandara.
“Karena bandara salah satu pintu masuk ganja dan shabu-shabu ini. Karena keduanya tidak tumbuh dan diproduksi di wamena. Jadi masuknya dari luar wamena,” ujarnya.
Menurutnya, di wamena sendiri ada banyak cargo, seperti Trigana, Sriwijaya Air, kemudian pesawat penumpang Wings, Ekspres, Trigana dan juga Hercules, ada juga pesawat kecil yang langsung dari bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.
“Ada juga pesawat kecil trayek Jayapura-Tolikara-Wamena dan Jayapura-Dekai-Wamena, ini juga potensi ada penyelundupan barang-barang terlarang itu. Dan sampai hari ini kami terus tegakkan aturan, kami tindak tegas pelaku-pelaku Narkotika baik jenis ganja maupun shabu-shabu,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Polres Jayawijaya telah menangkap tujuh pelaku peredaran obat-obat terlarang di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Pada kasus pertama, lanjutnya, ditindak lanjuti menggunakan Undang Undang tentang Narkotika nomor 35 tahun 2009,
“Ada kasus shabu yang pertama sudah masuk tahap satu, karena balai POM harus di cek ke Unjung Pandang, Sulawesi Selatan, jadi biaya cukup besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama,” tuturnya.
Lakukan antisipasi
Dirinya juga tetap melakukan tes urin terhadap personilnya yang berjumlah sekitar 500 personil termasuk Polsek-Polsek. Dikatakannya, tingkat internal sampai saat ini telah dilakukan tes urin sekitar 50 persen, namun personil di tingkat Polsek belum dilakukan.
“Kami sudah dua kali lakukan inspeksi mendadak tes urin terhadap anggota, di bantu tim Dokes Polda Papua, dari 300 personil di Polres Jayawijaya sendiri, belum dari Polsek-Polsek, sekitar 150-an personil telah dilakukan tes urin dan hasilnya negatif, kalaupun nanti ada tetap kami akan tegakkan aturan juga,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memprogramkan sidak tes urin untuk kalangan eksternal dimulai dari sekolah-sekolah yang nantinya akan bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan cabang Badan Narkotika Nasional.
“Itu tetap masuk dalam program kami, karena hal itu tuk meminimalisir tingkat peredaran barang terlarang dan juga meminimalisir pengguna barang tersebut,” katanya.
MINGGU, 02 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...